Di Tengah Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Industri Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

Keterangan Foto: Di Tengah Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Industri Perbankan Sulsel Tumbuh Positif

Smartcitymakassar.com – Makassar.  Stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional tetap terjaga stabil, didukung dengan kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yang menunjukkan pertumbuhan positif di awal tahun 2024, meskipun di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 sebesar 5,05 persen (yoy) dibandingkan pada tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,31 persen (yoy).

Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Februari 2024 tumbuh 10,00 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp190,95 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp187,30 triliun dan aset BPR Rp3,65 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,42 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp127,19 triliun.

Adapun kredit yang disalurkan tumbuh tinggi sebesar 12,34 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp158,08 triliun. Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 124,29 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level aman 3,08 persen.

Selain itu, perbankan syariah juga turut menunjukkan pertumbuhan yang positif pada posisi Februari 2024 (yoy). Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 13,54 persen yoy menjadi Rp14,20 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh cukup tinggi 19,01 persen menjadi Rp10,25 triliun, dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh double digit sebesar 14,97 persen yoy menjadi Rp12,14 triliun.

Tingkat intermediasi perbankan syariah juga berada pada level cukup tinggi 118,47 persen dengan tingkat NPF pada level aman 2,55 persen.

Lihat Semua

1 2»

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua