Daerah Terdampak Kekeringan Meluas, Pemkot Tambah Pasokan Air 70 Truk Tangki

Keterangan Foto: Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto

Smartcitymakassar.com – KEKERINGAN yang berdampak pada krisis air bersih di Kota Makassar semakin meluas. Pemerintah setempat pun berencana menambah pasokan penyaluran air bersih.

Air bersih akan disalurkan ke sejumlah lokasi yang mengalami krisis. Penambah armada truk tangki ini untuk mempercepat penyaluran air bersih ke masyarakat.

“Saya akan tambah armada yang tadinya 50 membawa 6 kubik, sekarang saya tambah kemungkinan menjadi 70 truk,” kata Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Senin (18/9/2023).

Saat ini, kekeringan telah berdampak ke 6 kecamatan dari yang sebelumnya 5 kecamatan. Enam Kecamatan Ujung Tanah, Biringkanayya, Tallo, Tamalanrea, Panakkukang, dan Bontoala.

BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Dorong Optimalisasi 1.012 Posyandu untuk Capai Target Zero Stunting

“Sekarang saya laporan sama teman-teman sudah 5 kecamatan. Sekarang sudah tambah 6 kecamatan. Manggala sudah mulai kekeringan,” kata Danny.

Danny mengatakan pasokan air di daerah-daerah tersebut memang tersendat. Hal ini karena sumber air baku di Bendung Leko Pancing yang memang mengering.

Karena pasokan air tidak lancar, maka warga tidak dikenakan biaya. Danny mengatakan siapa pun yang mengalami kekeringan diharapkan segera melapor ke lurah.

“Karena kita monitoring semua karena kita sudah sampaikan standar bahwa satu rumah tangga, itu kita siapkan untuk 300 liter. Artinya 15 jerigen,” kata Danny.

Hendra menjelaskan penyaluran air bersih itu berdasarkan data asesmen awal oleh anggota BPBD saat memasuki musim kemarau. Pendataan itu diilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga kecamatan.

BACA JUGA  Momen Salat Ied Adha, Pj Sekda Makassar Ajak Masyarakat Tumbuhkan Sikap Rela Berkorban

Distribusi air bersih ini akan terus berlanjut selama masa tanggap darurat kekeringan. Hendra menyebutkan bahwa SK Wali Kota Tanggap Darurat Kekeringan di Kota Makassar ini berlaku selama sebulan mulai dari 4 September hingga 4 Oktober 2023.

“Kami persiapkan seluruh sumber daya satu bulan. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau seandainya, kita berdoa beberapa hari ini bisa turun hujan. Kita stop tanggap darurat,” kata Hendra. (*)

Laporan: Nurfitri

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment