Hadapi Krisis Pangan dan Fenomena El Nino, Kementan Siapkan 1,5 Juta Ton Beras

Keterangan Foto: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

Smartcitymakassar.com – KEMENTERIAN Pertanian mengantisipasi kekurangan produksi pertanian saat fenomena El Nino dan kekeringan datang. Setidaknya Kementan menyiapkan cadangan beras sebanyak 1,5 juta ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan saat ini kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja karena krisis pangan. Hal tersebut diperparah dengan adanya fenomena El Nino yang melanda dunia.

“Krisis pangan ini makin diperberat dengan El Nino. Kemarau yang sangat tinggi, sangat dahsyat dan kekeringan terjadi di mana-mana di belahan dunia,” ujarnya usai acara Tani on Stage di anjungan Pantai Losari Makassar, Minggu (2/9).

BACA JUGA  Bersama Mendagri Tito dan AHY, Danny Pomanto Diskusi Bahas Kebijakan Pemda Terhadap Air di 10th WWF 2024

Untuk di Indonesia, politisi NasDem ini berharap seluruh stakeholder saling bekerja sama agar bisa keluar dari kemarau panjang dan El Nino. Syahrul menegaskan tidak ingin terlalu percaya diri dan juga pesimis menghadapi fenomena El Nino, meski saat ini baik-baik saja.

“Saya yakin data kita secara faktual baik-baik saja. Walaupun demikian, tidak boleh terlalu percaya diri atau optimis berlebihan tidak boleh. Pesimis berlebihan juga tidak boleh,” tuturnya.

“Kalau kita kerja dengan tulus dan berdoa, mudah-mudahan krisis pangan yang mendunia ditambah El Nino yang memperparah, semoga Indonesia aman-aman saja,” imbuhnya.

BACA JUGA  Menjadi Narasumber dan Penanggap di Ajang WWF 2024 di Bali, Danny Pomanto Beri Rekomendasi

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini mengaku saat ini pihaknya sudah membagi tiga peta wilayah untuk melihat kekeringan akibat kemarau panjang. Tiga wilayah pembagian itu yakni wilayah merah, kuning, dan hijau.

“Kami bagi tiga wilayah. Ada merah, kemarau saja dia sudah bersoal dengan air dan masalah. Ada daerah kuning. Daerah kuning itu kalau kemarau airnya ada, tapi pas-pasan. Oleh karenanya itu, intervensi mekanisasi, intervensi paritas, intervensi percepatan harus dilakukan,” bebernya.

Lihat Semua

1 2»

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua