PT. GAP Bantah Semua Tuntutan AMPB Terkait Dugaan Pelanggaran di Lapangan

Konferensi pers PT GAP (ist)

KENDARI, – Polemik yang terjadi di Perusahaan PT. Generasi Agung Perkasa (GAP) di Wilayah Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, di mana dari Asosiasi Masyarakat Parasi Bersatu (AMPB) beberapa kali menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan-dugaan Pelanggaran dari pihak PT. GAP.  Salah satu pernyataan dari pendemo mengatakan menambang diduga tidak memiliki Rencana Kerja Anggaran Biasa (RKAB).

Diketahui, aksi unjuk rasa beberapa kali dilakukan oleh AMPB dengan tuntutan dugaan pelanggaran yang dianggap tidak sesuai fakta dilapangan, maka pihak Perusahaan melakukan upaya untuk mengklarifikasi sekaligus meluruskan polemik yang dianggap tidak benar.

Menanggapi tuntutan dari Asosiasi Masyarakat Parasi Bersatu (AMPB) pada Jum’at (26/5/2023) kemarin di kantor PT.Generasi Agung Perkasa (GAP), maka Sabtu, (27/5/2023) ini, PT. GAP melakukan klarifikasi melalui media sebagai berikut :

“Pertama, terkait dugaan telah membangun dan menggoperasikan terminal khusus (Jetty) maka, kami dari pihak Manajemen PT.GAP menyatakan tidak benar. Karena, perizinan Jetty masih sementara proses”.

“Kedua, soal dugaan melakukan kegiatan ekplorasi maupun produksi di wilayah desa Parasi kami menyatakan juga tidaklah benar”.

“Ketiga, terkait dugaan melakukan aktifitas penambangan  tanpa mengantongi RKAB kami nyatakan tidak benar. Karena, kami taat pada aturan dan tidak mungkin akan kami lakukan seperti tuduhan yang dimaksud, perusahaan kami belum pernah melakukan aktivitas penambangan di wilayah desa Parasi”.

“Keempat, soal dugaan penyerobotan lahan masyarakat di Desa Parasi kami menyatakan tidak benar. Karena, fakta dilapangan semua lahan masyarakat yang dijadikan untuk akses jalan ke wilayah desa Parasi semua telah dibayarkan sesuai kesepakatan bersama pemilik lahan dan pemerintah setempat”.

“Kelima, semua tuntutan Asosiasi Masyarakat Parasi Bersatu (AMPB) kami nyatakan tidak benar dan tidak mewakili seluruh masyarakat desa Parasi”.

“Dan keenam, kami atas nama PT. GAP merasa keberatan dan dirugikan atas tuduhan-tuduhan yang disampaikan oleh pihak Asosiasi Masyarakat Parasi Bersatu (AMPB) melalui aksi unjuk rasa yang lalu di kota Kendari dan pemberitaan PT. GAP di media massa”.

Demikian  klarifikasi PT. Generasi Agung Perkasa (GAP) melalui keterangan tertulisnya. Pihak perusahaan berharap dengan adanya klarifikasi ini bisa meluruskan polemik yang tidak sesuai dengan fakta. [*]

Laporan: Fatahillah

Lihat Semua

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua