Soal Dugaan Bocornya Data Nasabah BSI, Ini Klarifikasi Kemenkominfo

Ilustrasi hacker

JAKARTA, – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan klarifikasi soal dugaan kebocoran data nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan pihaknya sudah bertemu dengan BSI membahas ihwal dugaan kebocoran data.

“Kami baru melakukan pertemuan untuk mengklarifikasi karena di publik ada yang mengatakan ada data-data pribadi yang bocor,” ujarnya di sela Peluncuran Program Adopsi Teknologi Digital 4.0, Senin (22/5)

Sebelumnya, Pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto mengungkap BSI menjadi korban serangan siber modus pemerasan alias ransomware oleh peretas LockBit. 

Total data yg dicuri mencapai 1,5 TB, termasuk 15 juta data pengguna dan password untuk akses internal dan layanannya, serta data pribadi nasabah serta informasi pinjamannya.

BACA JUGA  Diskominfo Makassar Uji Coba Jaringan Internet Starlink di Pulau Barrang Lompo

Tak ketinggalan, nomor kontak orang-orang yang pernah dihubungi oleh BSI pun bocor dalam database call_history.csv berukuran 10 GB.

Semuel melanjutkan pihaknya sudah berhasil mendapatkan sampel data yang diduga bocor dan kini tengah mengkaji dan memverifikasinya ke BSI.

“Pastinya itu yang kita lakukan dan kita akan memberikan rekomendasi-rekomendasi bagaimana ke depannya kalau memang ada kebocoran,” tutur dia.

Kendati demikian, Semuel belum mengetahui berapa jumlah sementara nasabah yang terdampak kebocoran data.

Sebelumnya, BSI mengalami gangguan layanan pada Senin (8/5). Dampaknya, para nasabah tak bisa bertransaksi via mobile banking dan ATM.

Komunitas siber mengungkap BSI diduga terkena serangan ransomware atau peretasan dengan modus pemerasan yang dilakukan aktor Lockbit.

BACA JUGA  Diskominfo Makassar Uji Coba Jaringan Internet Starlink di Pulau Barrang Lompo

Merespons kabar tersebut, Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo mengaku data nasabah aman.

“Dapat kami sampaikan bahwa kami memastikan data dan dana nasabah aman, serta aman dalam bertransaksi. Kami berharap nasabah tetap tenang karena kami memastikan data dan dana nasabah aman, serta aman dalam bertransaksi. Kami juga akan bekerjasama dengan otoritas terkait dengan isu kebocoran data,” kata dia dalam siaran pers, Selasa (16/5).

Setelah menerima informasi tentang kemungkinan serangan, pihaknya mengklaim terus melakukan pengecekan dan menindaklanjuti keseluruhan sistem, serta melakukan mitigasi jangka panjang. [*]

Laporan Ridwan Jarre
Editor: Muh Saiful

Lihat Semua

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua