FKIP Universitas Megarezky Gelar Edukasi ‘Bahaya Mager Pada Remaja’ di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar

Makassar253 Views

Smartcitymakassar.com – Makassar. Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Megarezky menggelar edukasi bertema “Bahaya Mager Pada Remaja” di SMK Penerbangan Techno Terapan jalan Sanrangan Raya No. 24 B, Sudiang Raya, Makassar (24/1).

Kegiatan ini merupakan tugas final pada mata kuliah Belajar Motorik oleh Wahyu Munandar, M.Or selaku penanggung jawab mata kuliah. Pihak sekolah menyambut hangat kunjungan tersebut yang digawangi oleh Marlina Baso sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum dan Karmila, S.Pd sebagai staf Kepegawaian.

Kegiatan edukasi dilaksanakan di aula sekolah dengan memberikan edukasi tentang “Bahaya Mager Pada Remaja”. Hipokinetik atau Mager istilah anak millennial yaitu kondisi penyimpangan mental yang ditandai dengan kepasifan gerak dan respon pada seseorang. Jika kondisi ini terjadi terus menerus maka akan menimbulkan penyakit seperti obesitas, Diabetes Militus (DM), Hipertensi, dll.

Sesi tanya-jawab berlangsung semarak dengan banyaknya siswa mengajukan pertanyaan. Salah satu siswa Aliani kelas III Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) bertanya tentang maraknya aplikasi pada jejaring sosial yang membuat masyarakat malas bergerak.

“Mengapa pemerintah memberikan izin penggunaan aplikasi-aplikasi pada jejaring sosial yang membuat masyarakat malas untuk bergerak?” Ucapnya.

Saat ini kita berada pada era di mana semua dapat dengan mudah dikerjakan melalui teknologi. Membeli sesuatu tidak perlu lagi keluar rumah, cukup memesan melalui aplikasi transportasi online (grab food, gofood, dll) sehingga membuat masyarakat menjadi malas untuk bergerak (mager).

BACA JUGA  "Sibawaki Jumat Curhat": Kapolsek Mamajang Sambangi Pangkalan Ojek, Serap Keluhan Ojol

Kondisi inilah yang membuat masyarakat menjadi malas untuk beraktifitas karena segala sesuatu dapat dengan mudah dan instan didapatkan. Jika pada usia remaja (16-18 th) menjadikan kita malas untuk melakukan aktifitas fisik maka, dampaknya akan dirasakan pada usia dewasa muda (18/20-40 th) yaitu kondisi kegemukan berlebihan (obesitas) yang dapat memancing berbagai macam penyakit yang tentu saja disebabkan oleh malasnya melakukan aktifitas fisik yang rutin ketika usia anak-anak sampai remaja.

“Intinya janganki malas bergerak,” begitu kata kunci yang disampaikan oleh lham sapaan khas dosen Prodi. Penjas FKIP Unimerz yang sekaligus pemateri kegiatan ini.

Lebih lanjut disampaikan agar bersama-sama membangun generasi yang sehat dan bugar di mulai dari sekarang yaitu dengan cara membudayakan semangat bergerak agar tidak tercipta generasi pemalas di kemudian hari**(RM)

Comment