Universitas Megarezky Kunjungi SMKN 7 Makassar, Wahyu Munandar: Janganki Malas Bergerak, Mari Bangun Generasi Sehat dan Bugar

Makassar236 Views

Smartcitymakassar.com – Makassar. Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Megarezky melakukan kunjugan ke SMK Negeri 7 jalan Ince Nurdin No. 3 Makassar pada hari Kamis (19/1). Kunjungan tersebut berkaitan dengan tugas final untuk mata kuliah Belajar Motorik.

“Alhamdulillah, kami tadi kunjungi SMK Negeri 7 jalan Ince Nurdin No. 3 dan memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang Balajar Motorik. Kegiatan ini berkaitan dengan tugas final mahaiswa saya selaku penanggung jawab mata kuliah,” beber Wahyu Munandar M. Or.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Ketua Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Adrianty, S.Kom. Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dengan memberikan edukasi tentang “Bahaya Hipokinetik pada Remaja”.

Di awal pemaparan materi, Wahyu Munandar menjelaskan Hipokinetik atau kurang gerak adalah kondisi penyimpangan mental yang ditandai dengan kepasifan gerak dan respon pada seseorang. Jika kondisi ini terjadi terus menerus maka akan menimbulkan penyakit seperti obesitas, diabetes militus (DM), hipertensi, dan lainnya.

Dalam sesi tanya-jawab, diskusi lebih hidup dengan antusiasme siswa-siswi melontarkan berbagai pertanyaan. Salah satu siswa bernama Zaki kelas III Jurusan RPL bertanya, “Bahaya apa yang akan ditimbulkan pada remaja jika kekurangan gerak dan bagaimana cara menghindarinya?”

Saat ini kita berada pada era dimana semua dapat dengan mudah dikerjakan melalui bantuan teknologi. Membeli sesuatu tidak perlu lagi ke luar rumah, cukup memesan melalui aplikasi transportasi online. Sehingga membuat masyarakat menjadi malas untuk bergerak (Mager). Kondisi inilah yang membuat masyarakat menjadi malas untuk beraktifitas karena segala sesuatu dapat dengan mudah dan instan didapatkan.

BACA JUGA  "Sibawaki Jumat Curhat": Kapolsek Mamajang Sambangi Pangkalan Ojek, Serap Keluhan Ojol

Jika pada usia remaja (16-18 thn) menjadikan mereka malas untuk melakukan aktifitas fisik, maka dampaknya akan dirasakan pada usia dewasa muda (18/20-40 thn), yaitu kondisi kegemukan berlebihan (obesitas) yang dapat memancing berbagai macam penyakit yang tentu saja disebabkan oleh malasnya melakukan aktifitas fisik yang rutin ketika usia anak-anak sampai remaja.

“kata kuncinya  janganki malas bergerak,” beber Wahyu sapaan akrab dosen pengampu yang sekaligus pemateri kegiatan ini.

Lanjut Wahyu memberi pesan, “Mari bersama membangun generasi yang sehat dan bugar dimulai dari sekarang, yaitu dengan cara membudayakan semangat bergerak agar tidak tercipta generasi pemalas di kemudian hari,” pungkasnya**(RM)

Comment