(VIDEO) Pengakuan Salah Satu Tersangka Pembunuhan Bocah di Makassar

Hukum, Makassar344 Views
Pemgakuan salah satu tersangka pembunuhan bocah di Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar – Salah satu tersangka kasus pembunuhan Bocah bernama Dewa di Makassar, menceritakan kronologi kasus ini.

Hal itu terungkap berdasarkan video yang dirilis oleh tim Resmob Panakukang, Kamis (12/1/2023) malam.

Video yang menjelaskan tentang proses pencarian pelaku, penangkapan pelaku, hingga penemuan jenasah Dewa ini, salah satunya pengakuan Faisal (14) salah satu tersangka yang di interogasi oleh tim Resmob Panakukang dilapangan.

“Nabilang Rian siniko dulu ikut ko dulu sebentar sekali, bantu ka membersihkan rumah,” kata Faisal saat di interogasi, dikutip dari video milik Resmob Panakukang, Jumat (13/1/2023).

“Jadi, naik ma pak ikut ma dirumah na. Baru ma kasih main laptop juga itu anak anak ka (Dewa-red),” sambung Faisal.

Menurut Faisal, korban Dewa dicekik oleh Rian dari belakang.

“Baru na cekek ki dari belakang. Ndak berteriak ki, masih ada suara na pak,” jelas Faisal.

“Sudah itu na cekek langsung pingsan. Na patuntung (dibenturkan-red) langsung kepalanya, ditembok ka..tidak ji pak keluar darahnya,” sambung Faisal.

Selanjutnya, Faisal pun mengaku dipaksa untuk membantu Rian memegang kantong plastik memasukkan Dewa, untuk kemudian dibawah ke Moncongloe, Kab. Maros, Sulsel.

Faisal pun dan Rian satu motor membawa Dewa dalam kantong besar ke Moncongloe.

“Na buangi di waduk Nipa Nipa (sampai di Moncongloe- red),” jelas Faisal.

Sebagai informasi, sebelumnya diketahui

seorang bocah asal Kota Makassar, Sulsel, bernama Muh. Fadli Sadewa (11) dinyatakan hilang sejak Minggu (8/1/2023). Dewa

akhirnya ditemukan tak bernyawa lagi. Menurut Kepolisian, mayat korban ditemukan terbungkus plastik dan dibuang di kolom jembatan, Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa dini hari (10/1/2023).

Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Aziz bahwa kasus penculikan dan pembunuhan terhadap bocah itu telah berhasil diungkap polisi. Kata Azis, pihaknya telah meringkus dua orang pelaku di rumahnya masing-masing di Makassar. Kedua pelaku itu bernama Adrian (17) dan Muh Faisal (14), yang tercatat sebagai pelajar SMA di Kota Makassar.

BACA JUGA  Hadirkan Narasumber dari Vrije Universiteit Amsterdam, Fakultas Hukum Unhas Gelar Workshop Penulisan Jurnal Internasional

Adapun penangkapan dilakukan oleh tim Resmob Panakukang, Makassar, Sulsel.

Tim yang bertegline “Kenapa ko lari” ini, setelah melacak pelaku melalui CCTV salah satu mini market di Batua Raya Makassar, kemudian melakukan penggrebekan ke rumah kedua pelaku.

Mereka pun ditangkap sekitar pukul 03.00 Wita, dini hari tadi.

“AR berhasil diamankan di Jalan Batua Raya dan melakukan pengembangan ke Jalan Ujung Bori dan mengamankan AF,” jelas Abdul Aziz.

Sementara itu, dalam konfrensi Pers di Kantor Polrstabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (10/1/2023) sore, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan ada 3 aspek dari kasus ini.

Aspek pertama yakni sosiologis. Menurut Budhi, tersangka terpengaruh konten negatif jual beli organ tubuh di internet.

“Tersangka terpengaruh, tersangka ingin menjadi kaya, sehingga muncul lah niatnya tersangka melakukan pembunuhan,” kata Kombes Budhi.

“Organ dari anak yang dia bunuh ini akan dia (tersangka-red) jual,” sambung Budhi.

Kedua aspek psikologis, dimana kata Budhi pihaknya akan menghadirkan psikiater untuk mengetahui sejauh mana tersangka tega membunuh.

Selanjutnya aspek ketiga yakni yuridis.

“Pihak kepolisian sudah mengkontruksikan, pidana ini kita jerat dengan pasal pembunuhan berencana, pembunuhan UU perlindungan anak UU no 23 tahun 2003. Dan hukumannya karena ini anak anak jadi setengah,” pungkas Budhi. [ip]

Berikut link videonya:

https://youtube.com/watch?v=1uk1VtipSQ4&feature=shares

Comment