DPRD dan Wali Kota Makassar Minta Pelaku Pembunuh Bocah Dihukum Mati

Hukum, Makassar165 Views
Ilustrasi

Smartcitymakassar.com – Makassar – Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu (8/1/2023) seorang bocah asal Kota Makassar, Sulsel, bernama Muh. Fadli Sadewa (10) akhirnya ditemukan tak bernyawa lagi. Menurut Kepolisian, mayat korban ditemukan terbungkus plastik dan dibuang di kolom jembatan, Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa dini hari (10/1/2023).

Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Aziz bahwa kasus penculikan dan pembunuhan terhadap bocah itu telah berhasil diungkap polisi. Kata Azis, pihaknya telah meringkus dua orang pelaku di rumahnya masing-masing di Makassar. Kedua pelaku itu bernama Adrian (17) dan Muh Faisal (14), yang tercatat sebagai pelajar SMA di Kota Makassar.

Banyak reaksi pun datang terkait kasus ini.

DPRD Makassar dan Wali Kota Makassar meminta pelaku pembunuhan sadis bocah Muh. Fadli Sadewa dihukum mati.

Sekretaris Komisi A DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir meminta aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan hukuman mati. Mengingat perbuatannya sangat keji hingga menghilangkan nyawa.

“Karena perbuatan yang keji hingga menghilangkan nyawa, saya berharap pelaku dijerat hukuman mati,” tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Makassar ini, Selasa (10/1/2023).

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Saya juga meminta hukuman seberat-beratnya kepada pelaku supaya ada efek jera dan tak terulang peristiwa seperti ini,” kata Danny, Selasa (10/1/2023).

BACA JUGA  Gandeng Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), Fakultas Hukum Unhas Gelar Seminar Nasional dan Workshop

Menurut Danny hukuman berat itu bisa hukuman mati.

“Saya kira seberat beratnya kalau pembunuhan berencana itu kan mati. Cuma masalahnya ini anak anakan dibawah umur. Jadi harus diusut siapa yang suruh dan pengaruhi dia, kenapa sampai mereka berbuat seperti itu,” jelasnya.

Danny pun menyinggung peristiwa ini terjadi tidak lepas dari pengaruh internet. Ia pun mengajak masyarakat agar berdama-sama melakukan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.

Sebagai informasi, kedua pelaku ditangkap di Kompleks Kodam Lama Lorong 7, Jl Batua Raya 7, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sekitar pukul 03.00 dinihari.

Dari informasi motif pembunuhan, pelaku Adrian mengaku tergiur oleh harga jual bisnis organ tubuh dalam manusia di situs online untuk mendapatkan uang.

Namun pihak Polrestabes Makassar belum memastikan apa motif penculikan sekaligus pembunuhan tersebut.

“Kami tidak bisa memastikan informasi yang sudah beredar luas itu karena masih kita dalami. Paling lambat sore nanti diumumkan motifnya apa,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando kepada media. [ip]

Comment