Pengadilan dan Pengamanan Kembali Tidak Hadir, Eksekusi Lahan di Pettarani Makassar Tertunda Lagi, AMPK: Ini Mencederai Hukum

Hukum, Makassar186 Views
Pengadilan dan Pengamanan Kembali Tidak Hadir, Eksekusi Lahan di Pettarani Makassar Kembali Tertunda, AMPK: Ini Mencederai Hukum

Smartcitymakassar.com – Makassar – Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan (AMPK) menggelar aksi demo menuntut ketegasan terkait pelaksanaan eksekusi tanah dan bangunan yang tertunda di Jalan AP. Pettarani, Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Pasalnya, telah 3 kali eksekusi dilakukan namun tidak terlaksana baik.

Kordinator Massa Aksi AMPK (Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan) Dani menegaskan apabila pihak pengadilan tidak melakukan eksekusi maka sangat mencederai supremasi hukum di Negara Republik Indonesia.

“Aksi hari ini aksi damai yang sudah di atur oleh undang-undang apa yang menjadi aksi hari ini adalah mencari keadilan”, kata Dani saat di temui di Jalan A Pettarani Makassar, Kamis (30/11/2022).

Apa yang menjadi putusan pengadilan, lanjut Dani, harus dijalankan sebagai citra dari supremasi hukum yang harus di laksanakan oleh para penegak hukum.

Di tempat yang sama Kuasa Hukum pemenang lahan Hj.Ully SH menerangkan saat eksekusi obyek lahan Mazda, pihak pengadilan Negeri Makassar dan pihak pengamanan tak ada di lokasi eksekusi,

BACA JUGA  FKIP Universitas Megarezky Beri Edukasi 'Pencegahan dan Perawatan Cedera' di SMANKO Makassar

“Ini patut dipertanyakan ada apa sehingga Instansi terkait tak melaksanakan eksekusi tersebut”, ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Di tempat yang berbeda Humas pengadilan negri Makassar Dg.sibali saat dikonfirmasi terkait pembatalan eksekusi, menerangkan bahwasanya tim eksekusi tak bisa hadir dikarenakan tak ada backup dari pihak pengamanan pihak kepolisian setempat.

“Tim eksekusi Pengadilan Negeri Makassar tak melaksanakan eksekusi dikarenakan pihak kami tak berani mengambil langkah eksekusi hari ini demi menjaga terjadi hal hal yang tak diinginkan dilokasi eksekusi”, ujar Dg Sibali melalui via WhatsApp.

Dia menambahkan, terkait pembatalan tersebut pihaknya akan mengatur waktu kembali kepada tim eksekusi dan pihak pengamanan agar eksekusi tepat waktu dan tak ada kendala di lokasi tersebut. [hd]

Comment