Luhut Binsar Sebut PT Vale Jangan Diganggu, Ada Apa?

Bisnis388 Views
Luhut berkunjung ke Pomalaa

Smartcitymakassar – Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) belum mengajukan perpanjangan Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Adapun Konsesi pertambangan Vale akan berakhir di 28 Desember 2025.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun menyinggung soal perpanjangan kontrak PT Vale. Ia mengatakan, perkiraan keputusan menyangkut perpanjangan kontran ini akan diselesaikan di 2023 mendatang.

“Saya kira kita pengen putuskan itu tahun depan,” kata Luhut, kepada media di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (27/11/2022).

Menanggapi hal ini, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan mengajukan perpanjangan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Chief Financial Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan perusahaan akan mengajukan permohonan perpanjangan seperti yang diatur oleh Undang-Undang.

“Hanya saja, Terkait negosiasi term dan kondisinya ya kita lihat nanti,” jelas Irmanto, dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (28/11/2022).

Menurutnya, kapan waktu tepat untuk mengajukannya masih didiskusikan namun kemungkinan besar akan terjadi di tahun depan. 

“Kalau tahun ini kayaknya ga mungkin, ini sudah mau masuk Desember,” pungkas Irmanto.

Luhut Sebut Jangan Ganggu PT Vale

Luhut akan mengusulkan agar 100 ribu hektar lahan konsesi Vale Indonesia saat ini untuk tidak diganggu, hingga kontrak tersebut berhasil diperpanjang.

“Jadi ini saya akan usulkan jangan diganggu yang 100 ribu hektar ini. Yang penting Indonesia harus majority di sini,” tegas Luhut masih dilansir dari CNBC Indonesia.

Luhut Tegaskan Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa Harus Berjalan.

Luhut juga menegaskan bahwa proyek pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel oleh PT Vale Indonesia Tbk di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara harus berjalan.

BACA JUGA  Regenerasi, Inilah 4 Calon Ketum Hipmi PT Sulsel

“Karena proyek ini membangun satu ekosistem, bukan membangun satu proyek. Kita ingin membangun satu ekosistem untuk satu litium baterai yang nanti bisa lari ke mobil listrik, bisa lari ke mana-mana,” ujar Luhut saat meresmikan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian nikel di Pomala, Minggu, (27/11/2022), dilansir dari Tempo.

Luhut menyatakan, pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) tersebut akan menjadi yang terbesar produksinya di dunia.

“HPAL yang terbesar di dunia itu ada di Indonesia dan orang nggak bisa bikin baterai kalau nggak ada HPAL ini. Jadi HPAL ini menjadikan satu ekosistem yang sangat penting buat kita,” katanya.

Selain itu, menurut Luhut, kinerja perusahaan juga akan terlihat dari hasil pabrik pengolahan nikel HPAL milik Vale Indonesia di Morowali Sulawesi Tengah. Ia pun optimistis proyek ini akan mendorong produksi HPAL hingga perkembangan Electric Vehicle (EV) di Indonesia karena produksi maupun teknologinya telah berkembang pesat.

Lebih jauh Luhut membeberkan kenapa menyetujui proyek tersebut. Salah satunya karena Luhut kenal dengan Chairman Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited Chen Xuehua (Chairman Chen).

“Saya bersama-sama dengannya pergi ke Jerman negosiasi dengan BMW dengan VW. Dan dia dikejar-kejar karena punya teknologi yang bagus. Jadi begitu saya dengar dia kawin dengan PT. Vale Indonesia, saya bilang ini adalah pilihan yang tepat,” tutur Luhut, masih dilansir dari Tempo. [ip]

Comment