Serap 60 Ribu Tenaga Kerja di Morowali Panja DPR Dukung PT Vale, Rusda: Belum Ada Perusda yang Kelola Tambang

Bisnis233 Views
PT Vale Indonesia

Smartcitymakassar.com – Jakarta – Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi VII DPR RI yang dipimpin dipimpin oleh Lamhot Sinaga, mengapresiasi dan mendukung komitmen PT Vale dalam mendorong hilirisasi di sektor pertambangan khususnya nikel di Indonesia.

Lamhot mengatakan, pembangunan smelter di Sambalagi harus didukung, karena akan memberikan dampak positif bagi masyarakat diantaranya penyerapan tenaga kerja mencapai 60 ribu dengan mengutamakan masyarakat lokal. Untuknya Lamhot menegaskan dukungannya pada

PT Vale yang begitu serius dalam melakukan hilirisasi nikel dengan smelter yang akan dibangun di Sambalagi.

“Smelter yang akan dibangun ini merupakan smelter yang green energi kami di komisi VII sangat mendukung itu. Sebab kita akan masuk dalam transisi energi pada tahun 2050, untuk itu semua smelter kami dorong menjadi green energi, kita sangat bersyukur PT Vale serius membangun smelter yang green energi. Sehingga hilirisasi yang dilakukan oleh PT Vale sangat kita dukung dan apresiasi,” jelas Lamhot

dalam kunjungan kerja yang dilakukan Panja Komisi VII, areal operasional PT Vale di Pulau Sambalagi, Morowali, Kamis (17/11/2022).

Selanjutnya, Lamhot mengungkapkan berdasarkan informasi dari Pemkab Morowali jika kehadiran smelter mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di Morowali. Hal ini tentu berbeda dari informasi yang selama ini diperolehnya.

Sementara itu, anggota Panja lainnya, Rusda Mahmud berharap kehadiran PT Vale dapat mewujudkan komitmennya pertambangan berkelanjutan, salah satunya menurunkan emisi karbon yang sejalan dengan program pemerintah menurunkan emisi karbon 31,89% di 2030.

Selain itu, kehadiran PT Vale juga dapat menyejahterakan masyarakat di sekitar lingkar tambang. Panja juga berharap, PT Vale memperhatikan hilirisasi, bahkan harus mengupayakan menghasilkan baterai sendiri, sehingga Indonesia tidak lagi ekspor bahan mentah.

“Kehadiran PT Vale harus didukung melalui komitmen keberlanjutan yang ingin dihadirkan, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Rusda mengatakan, PT Vale sudah membuktikan komitmennya dalam menurunkan emisi karbon di area operasi Sorowako. Selain itu, tata kelola lingkungannya sangat baik, sebab setelah selesai menambang PT Vale kembali merawat dan menutup kemudian menanami kembali pohon.

“Selama ini informasi yang kami dapatkan sangat berbeda dengan apa yang disampaikan manajemen PT Vale, dari penjelasan itu tentu semakin menegaskan agar turut mendukung penuh pemerintah untuk melanjutkan izin Vale di Indonesia pada 2025,” jelasnya.

Lebih lanjut Rusda mengatakan belum ada Perusda yang mengelola tambang, maka dari itu PT Vale diminta berkomitmen tentang pengembangan.

“Saya sampaikan bahwa belum ada Perusda yang mengelola tambang, itu sesuai dengan aturan sehingga hari ini yang saya minta kepada Vale komitmennya tentang pertambangan berkelanjutan atau good mining practices dapat diwujudkan. Sebab, yang pastinya kalau pun Vale dilepaskan, Perusda tidak bisa mengelolanya,” jelasnya.

BACA JUGA  Divestasi 51% Vale yang Tersisa 11%, ESDM: Bisa BUMN, BUMD Atau Investor Domestik

Anggota Komisi VII lainnya, Abdul Kadir Karding juga mengapresiasi PT Vale yang tetap berusaha menjaga lingkungan. Selain itu, diharapkan PT Vale juga sejalan dengan program pemerintah, yaitu hilirisasi. Sebab, katanya, sepanjang sebuah perusahaan mendukung program pemerintah maka wajib didukung.

“Tapi pada intinya kehadiran kami ingin melihat lebih dekat PT Vale, dan sejauh ini PT Vale sangat bagus dan diharapkan terus berkomitmen agar mensejahterakan daerah, masyarakat dan paling penting komitmennya terhadap lingkungan,” jelas Abdul Kadir.

Sementara itu, Sekda Morowali, Yusman Mahbub mewakili Bupati Morowali mengungkapkan, hadirnya perusahaan tambang di Morowali harus didukung, salah satunya PT Vale karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat dari sisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Morowali masuk dalam 4 daerah pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yaitu 28,93%. Katanya, target investasi di Sulteng tahun 2023 sebesar Rp53 triliun dan sekarang melewati target yaitu RP73 triliun, capaian investasi di Morowali sebesar Rp32 triliun.

“Morowali menjadi terkenal karena investasi yang baik. Saya ingin menyampaikan bahwa investasi yang benar kami dukung sementara investasi yang tidak sesuai aturan kami tolak. Pemerintah Morowali sangat mendukung kehadiran PT Vale di Morowali, investasi yang baik dan benar kami dukung demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, CEO PT Vale Febriany Eddy memaparkan, Pembangunan smelter di Sambalagi menggunakan teknologi Rotary Klin and Electric Furnance (RKEF) karena PT Vale berkomitmen menurunkan emisi karbon. PT Vale bersama Xinhai dan Baowu Tisco sepakat tidak menggunakan batu bara. Selain itu teknologi tanur listriknya unik karena panas dari tungku ini akan di-recycle untuk dipakai mengeringkan bijih nikel.

“Sehingga nanti pabrik di Sambalagi ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan gas dan karbon intensitas terendah kedua setelah yang di Sorowako,” jelasnya.

Komitmen good mining practices, jelas Febriany, tidak hanya di Sambalagi, tapi juga akan diterapkan pada pembangunan smelter di Pomalaa yang menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengolah bijih nikel.

“Komitmen keberlanjutan terutama rendah karbon akan dilaksanakan juga di proyek Pomalaa,”jelasnya.

Sebagai informasi, kedatangan tim Panja diterima jajaran manajemen PT Vale, yakni Presiden Direktur PT Vale, Febriany Eddy; Wakil Presiden Direktur, Adriansyah Chaniago; serta hadir pula Sekretaris Daerah Morowali, Yusman Mahmud sebagai perwakilan Bupati Morowali. [ip]

Comment