Sambut Pilpres 2024 Dengan Tertawa: Bungcini Versus Buntala’

Smart Tawwa121 Views

Smartcitymakassar.com – Makassar. MESKI perhelatan lima tahunan memilih kosong satu di republik ini masih menyisakan dua tahun ke depan, namun aromanya sudah mulai terasa.

Bahkan, berbau bacin hingga memaksa kedua tangan untuk menutup hidung. Lantaran dua kubu yang saling berhadapan di pilpres lalu, mulai saling sindir dan colek. Kejadian apa saja, bisa menjadi amunisi yang siap meletus, dor, dor…!!

Entah pertandingan olah raga, perayaan hari besar keagamaan, atau peristiwa apa saja akan dijadikan sebagi objekan.

Aneh bin ajaib, yang ikut kontestasi pemilihan Pilpres lalu, sudah melupakannya. Malah bersatu, saling bekerja sama dalam satu barisan untuk Indonesia yang lebih baik.

Lalu, kenapa para pemilih, pendukung, simpatisan – kedua kubu masih berada di dua titik yang berseberangan? Apakah tidak merasa lelah hampir satu dekade saling berseberangan? Jangan-jangan justru merasa senang karena hawa nafsu bertikai bisa tersalurkan?

Apa mereka mendapat manfaat atau fulus jika bertikai yang berujung retaknya jalinan silaturahmi pertemanan, persahabatan, atau persaudaraan? Pada titik tertentu, pertikaian ini malah mengancam persatuan kita. Karena adanya pihak yang menyusup, mengail di air keruh.

Saya khawatir, pertikaian ini akan menjadi sebuah model yang bisa jadi berbuah budaya tidak elok di setiap berlangsung kontestasi pemilihan Presiden.

Semoga saja pada Pilpres nanti kandidat yang bertarung bisa lebih dari dua orang. Entah tiga atau empat kandidat. Agar supaya konsentrasi pemilih, pendukung, simpatisan, terpecah menjadi kecil sehingga pertikaiannya menjadi kecil pula.

Bagaimana kalau ternyata hanya dua kandidat yang tampil atau kandidat yang lebih dari dua tadi masuk ke putaran kedua, menjadikan mereka saling berhadapan?

Kalau begitu keadaan faktualnya, mending istilah kedua kubu itu dipilihkan istilah yang baru. Agar Pilpres yang akan datang membawa suasana baru pula.

Jangan lagi memakai dua istilah yang lalu, seperti bong dan pret. Ganti saja, misalnya pakai istilah Srimulat versus Warkop DKI.

Bisa juga pakai usulan Baraccung yang khas dengan istilah Makassarnya. Ia memilih istilah slebor untuk kedua kelompok tersebut dengan Bungcini versus Bungtala’.

Dengan demikian, Pilpres 2024 akan membawa berkah dan suasana baru yang lucu dan segar. Tentu efeknya membuat masyarakat sehat dengan tertawa.

Comment