Filsafat Gogos dan Bayao Kannasa

Smart Tawwa144 Views

Sartcitymakassar.com – Makassar. BARACCUNG pergi belajar Filsafat di negeri Mesir. Di sana, Baraccung ketemu sama filosof yang paling topcer, namanya Aristotoplex. Nama yang mirip filosof terkenal dunia – Aristoteles.

Tidak gampang berguru sama Aristotoplex, karena ada beberapa ujian kebijaksanaan yang diajukan.

Saat bertemu, Aristotoplex berkata kepada Baraccung: “Sebelum ko berguru sama saya, tolong ko jawab, pilih alat mancing atau ikan 500 kg?”

Tanpa ragu, Baraccung menjawab, “sa pilih ikan 500 kg.”

Aristotoples ketawa dan berkata, “Pacce ko anak muda. Belum bisa ko saya ajar. Masih perlu belajar kebijaksanaan. Itu ikan 500 kg akan habis dimakan, sementara alat mancing dipakai selamanya, PAHAM!!”

Tidak mau kalah, Baraccung membela: “Jangki dulu suhu. Sa pilih 500 kg ikan karna, kalo dijual 50 rb/kilo. Berarti hampir 25 juta, sedangkan alat mancing harganya Rp 500rb, beli 10 set hanya sekitar Rp 5jt. Saya bisa bayar Rp 5jt untuk menggaji 10 orang memancing ikan bagi saya. Dan bisa ambil Rp 5jt untuk bersedekah. Sisa uang bisa dipake ngopi, makan coto, atau makan pallubasa. Bahkan, sambil main domeng, bisa menjaga orang-orang yang memancing ikan. Ikan hasil mancing bisa saya jual lagi. Nah, hobiku mancing tersalurkan, bisa bersedekah, bisa bersosialisasi, bisa membuka lapangan pekerjaan, dapat untung lagi, PAHANG..!!.”

Aristotoplex heran dan balik bertanya, “apa aliran filsafatmu?”
“Filsafat katulu-tulu.”

“Filsafat apa itu?”
“Filsafat modern versi lima kosong kosong delapanG”

“Kau dari negeri 1001 malam, Bagdad, ya?”
“BukanG, sa dari negeri 1001 warkop, Makassar.”

“Siapa gurumu di sana?”
“Daeng Tarring, Daeng Tojeng, kadang sama Langkoseng!!”

Aristotoplex sejenak terdiam, kemudian bertanya dengan mimik muka sangat serius, “Boleh tahu, kau makan apa hingga jago begini?”

“Gogos sama Bayao Kannasa.”

Comment