Mengapa Baraccung Pilih Jerman di Piala Dunia Qatar 2022?

Smart Tawwa155 Views

 

Smartcitymakassar.com – Makassar. SEPERTI film horror, keadaan dalam warung kopi itu bikin gerak jantung naik-turun secara cepat. Pasalnya, hujan deras dan angin kencang sedang berdendang hebat. Diikuti gemuruh guntur dengan kilatan cahayanya seperti bola lampu menyala-nyala. Dan terdengar lagi sang halilintar, duaaarrr… Lalu, krakk… Alamak, mati lampu gaes!!

Tapi anehnya, ini Baraccung siagang Langkoseng tidak terpengaruh. Padahal, jamaah warkop yang lainnya pada berdoa karena diliputi rasa cemas yang tinggi. Karena takutnya, seorang jamaah warkop sontak berdoa: “Ya Tuhan, selamatkan diriku yang cakep tapi jomblo ini kasian”. Lalu, ada yang menutup telinganya, ada sembunyi di bawah meja. Ada juga tallewa’-lewa’, keluar di tempat terbuka untuk selfie, na nakira kilatan halilintar itu cahaya kamera!

Pantas tidak ngaruh, kedua sahabat setia itu  ngobrol masalah Piala Dunia Qatar 2022. Kalau bicara bola ini duayya, manna lewat oto tank di depannya, tidak campur. Kecuali ada cewek cantik lewat, karena mati kiri!

“Kira-kira apa ko pilih di piala dunia nanti?” Tanya Baraccung membuka obrolan.

“Saya itu bosku, orangnya ndak pilih-pilih. Saya tahu diri kesian. Biar tidak kaya yang penting baik hati, setia, dan menerima keadaan saya apa adanya,” jawab Langkoseng tidak nyambung.

“Oeee anu, bukan curhat ini. Saya tanya tim Pildun balao,” ketus Baraccung

“Oh, Pildun pale. Bingung saya memilih, kayak kelong berjudul antara Anyer dan Jakarta, Argentina atau Jerman,” jawabnya.

Piala Dunia Qatar 2022 mulai dihelat  pada hari ini, Minggu tanggal 20 November dengan menampilkan pertandingan antara tuan rumah Qatar kontra Ekuador di Stadion Al Bayt, pukul 23.00 WIB. Sementara itu, final akan berlangsung di Stadion Lusail, Doha, pada tanggal 18 Desember pukul 22.00 WIB. Ada 32 negara yang ikut serta dan terbagi ke dalam 8 grup.

“Waktu Piala Dunia 2018, saya pilih Perancis dan pilihan saya betul. Kalau sekarang, saya pilih Jerman, seperti pilihanmu,” ucap Baraccung mantap.

“Kenapa bedeng kau pilih Jerman?” Buru Langkoseng.

“Di antara pemain timnas Jerman ada keluargaku di situ. Keluarga saya kan pemain bola dulunya. Manna mamo pagolo lemo,” jawabnya sedikit borro.

“Siapa-siapa mi itu keluargamu, sebutki bedeng.”

“Itu mi sabilang Jerman, karena ada keluargaku di situ. Misalnya, Niclas Sule (Borrussia Dormunt) sama Jamal Musiala (Bayern Munich). Itu Sule dan Jamal dari keluarga di Takkalalla. Ada lagi Armel Bella-Kotchapt (Southampton), anak na Daeng Bella dari kelaurga di Cikoang. Ada juga Karim Adeyemi (Borussia Dortmund), Karim itu waktu kecilnya di Mangkoso tinggal sama sepupuku.”

Baraccung melanjutkan, “yang paling istimewa, pelatih Jerman itu keluarga juga, Hansi Flick. Nah, itu Hansi adalah singkatannya Hasanuddin Daeng Sikki.”

Langkoseng terheran-heran sekaligus takjub mendengar penjelasan Baraccung. Dia lama terdiam, hingga berkata: “Tojeng-tojeng ko itu keluargamu? Gappa ka piti kana-kanai moko sede’!”

Baraccung tidak menjawab, ia cuma memberi isyarat agar Langkoseng mendekatkan telinganya ingin menyampaikan sesuatu.

Ketika hendak berbisik, tiba-tiba suara guntur kembali bergemuruh keras, hingga membuat kedua orang itu ta’bulinta dari kursinya, gedubrakkk..!!!

Comment