Stok Beras Menipis, Buwas Minta Segera Impor

Pertanian135 Views
Budi Waseso

Smartcitymakassar.com – Jakarta – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) semakin menipis. Saat ini stok CBP hanya 651 ribu ton atau separuh dari target sebanyak 1,2 juta ton. Karenanya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyarankan agar pemerintah segera mengimpor untuk menjaga stok CBP.

“Stok CBP menipis karena penyerapan beras di tingkat produsen menurun seiring dengan pasokan yang terbatas dan harga jual yang tinggi”, ujar Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, Rabu, (16/11).

“Dari target yang dialokasikan, kita sudah kumpulkan semua penggilingan dengan mitra kita. Yang tadinya sudah disepakati sampai Desember 2022, kita bisa serap 500 ribu ton sudah ada kontraknya, tapi sampai hari ini kita hanya mampu menyerap 92 ribu ton,” lanjutnya.

Menurut Buwas, kelangkaan beras atau gabah di tingkat produsen karena produksi yang menurun. Hal ini dikarenakan perubahan cuaca yang menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.

“Selain ada anomali cuaca, kita harus sadari kita tidak bisa pastikan hasil panen sesuai dengan fakta di lapangan, pasti produktivitas gabah pasti turun. Karena di beberapa wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, juga terendam banjir sawah yang sudah mau panen, sehingga mempengaruhi jumlah yang akan panen,” imbuh Buwas.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi menyebut terjadi kenaikan harga beras atau gabah sejak Juli 2022 hingga saat ini.

Kenaikan harga tersebut terjadi karena ongkos produksi meningkat lantaran harga pupuk yang naik, termasuk imbas kenaikan harga BBM. [rj]

Comment