Coretan Redaksi: Kota

Ilustrasi kota

Smartcitymakassar.com – PADA MULANYA adalah rasa kebersamaan akan sebuah kebutuhan maka lahirlah sebuah kota.

Kita tak tahu pasti sejak kapan embrio kota mulai terbentuk. Barangkali dia dimulai ketika sebuah zaman mengenal peradaban dengan perdagangan sebagai salah satu titik geraknya. Di sana interaksi dari berbagai jenis manusia, puak, bangsa saling bertaut.

Di sisi lain, kota juga bisa lahir dari sejenis kecemasan. Sebuah rasa was-was dari serbuan suku atau bangsa lain -mereka menamakan sebagai suku barbar. Maka dibangunlah tembok menjulang yang dinamakan benteng sebagai batas demarkasi teritorial sekaligus tempat perlindungan.

Namun, apa pun janin yang melahirkan sebuah kawasan atau tempat disebut kota, di sana pasti ada semacam konsensus untuk secara suka rela hidup berdampingan bersama.

Maka lahirlah norma-norma, aturan, hukum untuk menjaga konsensus bersama tersebut. Interaksi antar penduduk diatur dalam ruang norma-norma, aturan, hukum tersebut.

Dalam perkembangannya, kota menjadi semacam magnet yang makin membetot apa pun di sekitarnya. Kota menjadi penuh ‘cahaya’. Ini membuat larong-larong –dengan resiko kematian– menerjang masuk. Daya pesonanya cuma satu: harapan kehidupan yang lebih baik.

Tapi apakah kota mampu memenuhi semua harapan itu? Realitas yang keras dan persaingan dalam merebut ‘berkah’ menjadikan kota semakin kejam, kadang begis dan tak lagi manusiawi.

Maka yang tersisihkah dan kalah, harus rela terdampar di pemukiman kumuh. Menjadi manusia-manusia terpinggirkan dan tak berdaya dalam kepasrahan nasib.

Di kota, kesenjangan ekonomi-sosial seperti sebuah keniscayaan. Hukum besi persaingan memaku maklumat di setiap pojok kota dengan kalimat: Hanya Ada Dua Pilihan, Menang atau Kalah.

Semua hal tersebut membuat kota menampilkan wajah Janus -mitologi Dewa Romawi dengan dua wajah: gemerlap, kemegahan di satu sisi, kemiskinan, kemelaratan, ketersisihan di sisi lain.

Kota Makassar, diusia yang ke 415 ini, wajah mana yang lebih dominan? [Redaksi]

Comment