Coretan Redaksi: Setop!

Ilustrasi

Smartcitymakassar.com – BAGAIMANA kita bisa menjelaskan sebentuk teror dan kecemasan itu? Seorang bocah yang seminggu lalu demikian nampak meriah dengan keceriaan khas anak usia balita: cerewet, terkekeh-kekeh lucu dengan gigi ompong mendadak lunglai dan akhirnya meregang nyawa.

Medis kemudian menvonisnya mengalami gagal ginjal akut. Dan seperti sebuah ‘kotak pandora’ yang dibuka, rentetan “serangan” dengan istilah medis yang menggetar itu menimpa anak-anak kita: kematian yang disertai dengan kebingungan.

Hanya dalam waktu seumur jagung, ratusan anak-anak balita kita tumbang. Dan seperti biasa, kita (baca: pemerintah) terkesan tak berdaya. Bahasa yang paling “netral” pun dipajang: penyebab kematian adalah gagal ginjal misterius. Titik.

Maka angka-angka pun bersahut di media dari keterangan resmi pemerintah: saat ini sudah 130-an anak meninggal dengan penyebab gagal ginjal akut. Angka-angka, hitungan, data, dan kemudian tertera di atas kertas laporan. Tak bernyawa. Mati.

Bagaimana kita bisa menjelaskan sebentuk teror dan kecemasan itu? Setelah diklaim bahwa wabah COVID-19 telah melandai, kita dihantam lagi dengan kecemasan tentang penyakit cacar monyet. Belum usai kasus cacar monyet, serangan gagal ginjal akut menerjang. Dan kini, kembali lagi varian baru COVID-19 diumumkan telah ada di negeri kita.

Barangkali, memang ada yang tak beres dalam sistem peradaban yang saat ini kita jalani: semacam segelintir orang dengan keegoisannya menghancurkan tatanan keseimbangan alam demi pemuasan keserakahan, atau sejenis “politic game” global yang tidak mengindahkan lagi berapa nyawa yang jadi tumbal. Nahas-nya umat manusia –kita semua– yang harus menanggung akibatnya.

Dan untuk semua ‘malapetaka’ ini, kebanyakan kita tak berdaya dan tak punya kuasa untuk menggugat. Pasrah dan meyakinkan diri bahwa ini sudah suratan takdir. Apa boleh buat.

Kecuali, mulai detik ini, kita berani mengatakan: cukup! setop! kita sudah muak dengan segala penghancuran terhadap alam dan “permainan” yang kalian lakukan! [Redaksi]

Comment