Factory of the Future: Robot Cerdik di Logistik

Factory of the Future: Robot Cerdik di Logistik

Di umumnya pabrik atau industri sekarang ini, hanya pada bagian logistik yang proses pergerakan atau perpindahan bahan baku ataupun bahan semi- dan jadi, masih banyak mengandalkan tenaga manusia.  

Smartcitymakasar.com – Tidak seperti bagian lain, misalnya bagian produksi massal dan pengepakan. Pada kedua bagian ini, sistem operasinya sudah sangat terotomasi.

Sementara di logistik, umumnya masih bergantung pada forklift. Kondisi yang rentan menimbulkan kesalahan, sehingga menjadi salah satu sumber penyebab terjadinya kecelakaan.

Disamping itu, juga menjadi sumber inefisiensi dalam hal penggunaan energi dan masalah perencanaan. Sejumlah pabrik atau industri telah menerapkan otomasi dengan menggunakan robot untuk operasi logistiknya.  Menggunakan Automated Guided Vehichle disingkat AGV.  

AVG adalah robot yang mobile atau bergerak mengikuti tanda, atau menggunakan kabel, ataupun menggunakan magnet atau laser untuk navigasinya. Namun, AGV ini masih perlu dan dapat dikembangkan lebih jauh.

Guna mengembangkan lebih lanjut AGV, khususnya dalam hal inovasi teknologinya, dengan beberapa keuntungan, serta misi mengembangkan konsep sistem logistik masa depan yang disebut Factory-of-the-Future atau FoF, Uni Eropa mendanai proyek yang disebut PAN ROBOTS atau Plug And Navigate ROBOTS for smart factories.

Proyek bernilai 3.33 juta Euro ini melibatkan lima negara di Uni Eropa termasuk enam mitra usaha.  Proyek ini berhasil dalam mengembangkan kemampuan dari AGV generasi sebelumnya.

Dr. Kay Fürstenberg, dari perusahaan pembuat sensor Jerman, SICK AG, menjelaskan sejumlah pengembangan yang dihasilkan oleh proyek PAN-ROBOTS. AVG generasi terbaru ini akan dilengkapi stereo kamera, pemindai laser, dan pemetaan fasilitas berbasis 3D. Stereo camera ini adalah terobosan teknologis paling inovatif dari proyek ini.

Kameranya diperlengkapi lensa fish-eye, dengan gambar 3D.  Dengan bidang pandangan seluas 360 derajat (3D perception) dan dilengkapi pemindai-laser keselamatan (2D safety), robot ini menghindari munculnya blind spot atau area tak terlihat, serta memberikan jaminan keselamatan pada manusia yang masih diperlukan untuk operasi logistik di pabrik.

BACA JUGA  Danny Sabet Kepala Daerah Inovatif 2022 Bidang Pelayanan Publik

Ketika mendapat rintangan dalam pergerakannya, AVG dapat berbalik arah, berhenti, ataupun mengitari rintangan tersebut dengan kemampuan pandangan penuh (full vision). Generasi terbaru AVG telah diuji pada pabrik Coca Cola di Madrid, Spanyol. “Hasil ujinya sangat menarik”, lanjut Dr. Fürstenberg, terutama terhadap kemampuan dalam menentukan terhadap keragaman konturnya (contour-based self-localization).

Kemampuan teknologi inovatif ini mampu menghemat hingga 90% biaya instalasi sistem penentuan lokasi menggunakan reflektor.   Sistem berbasis reflektor inilah yang diganti oleh berbasis kontur.

Kemajuan lainnya adalah AVG generasi baru ini menggunakan 50% energi lebih sedikit dibanding yang dibutuhkan oleh forklift manual.

Dibandingkan generasi sebelumnya, generasi baru ini lebih cepat beberapa detik dalam hal kecepatan operasi, dan waktu instalasinya hanya sekitar 2 bulan dibanding 6 bulan yang diperlukan generasi sebelumnya.

Dengan sejumlah keunggulan dari penggunaan teknologi inovatif, generasi terbaru AGV yang dihasilkan dari PAN-ROBOTS proyek ini telah menarik sejumlah pelanggan.  Baik pelanggan yang telah menggunakan AGV versi generasi sebelumnya serta pelanggan baru.

Tanggapan pasar positif ini memungkinkan produk baru ini akan diluncurkan ke pasar dalam beberapa tahun mendatang.

Dr. Fürstenberg memberikan optimismenya bahwa pada 2030 mendatang, ada peluang baik sekitar setengah dari jumlah pabrik dalam wilayah Eropa akan mengoperasikan armada AGV mereka.

Peluang ini punya potensi menciptakan sekitar ribuan pekerjaan baru pada industri pembuatan robot.  Begitu juga pada bidang penyalur atau supplier pada industri robot. Peluang ini, menurut Dr. Fürstenberg, akan terjadi sekitar dekade mendatang. [Riad Mustafa]

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SmartCity Magazine 2015

 

Comment