Di Bawah Ancaman Makin Menipisnya Lapisan Ozon: Sebuah Pertaruhan Hidup-Mati

Lingkungan127 Views
Lapisan ozon di atmosfer (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Jakarta – Perubahan iklim makin mencemaskan bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Salah satu yang cukup mencemaskan adalah semakin menipisnya lapisan ozon.

Dilansir dari Tempo, lapisan ozon adalah wilayah atmosfer bagian atas dengan ketinggian antara 15-35 kilometer di atas permukaan bumi. Tanpa adanya lapisan ozon, kehidupan bumi tidak akan berjalan normal.

Ironisnya, seiring dengan perubahan iklim dan gas rumah kaca lapisan ozon ini kian menipis. Fenomena ini tentu akan berdampak signifikan bagi lingkungan bumi. 

Pengertian Lapisan Ozon

Teori tentang penipisan ozon pertama kali dikemukakan pada 1974 oleh ilmuwan Amerika, Mario Molina dan F. Sherwood Rowland. Mereka khawatir tentang dampak CFC pada lapisan ozon.

Hipotesis mereka disambut dengan banyak skeptisisme, tetapi karya ilmiah 20 tahun berikutnya membuktikan bahwa mereka benar dan mendorong hampir setiap negara di dunia untuk bertindak. 

Melansir situs resmi Government of Canada, penipisan ozon adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan penipisan lapisan ozon di stratosfer.

Penipisan ozon terjadi ketika keseimbangan alami antara produksi dan perusakan ozon di stratosfer mengarah pada kehancuran. Faktor utama yang mengubah keseimbangan itu terjadi karena aktivitas manusia. 

Penyebab Penipisan Lapisan Ozon 

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa bahan kimia buatan manusia tertentu bertanggung jawab atas terciptanya lubang ozon Antartika dan hilangnya ozon global. Bahan kimia ini adalah gas industri yang telah digunakan selama bertahun-tahun dalam berbagai produk dan aplikasi termasuk semprotan aerosol, lemari es, AC, alat pemadam kebakaran, dan pengasapan tanaman. 

BACA JUGA  Studi: Indonesia Penyumbang Terbesar Kerusakan Hutan Tropis Karena Pertambangan

Sebagian besar dari pelepasan bahan kimia buatan, yang dikenal sebagai zat perusak ozon (ODS) bakal mengarah ke atmosfer. Ini adalah zat stabil yang tidak terurai di atmosfer bawah dan mengandung atom halogen, misalnya klorin atau bromin. Senyawa ini kemudian menghancurkan ozon melalui siklus katalitik yang kompleks.

Akibatnya bagi Ekosistem Lingkungan

Penipisan lapisan ozon menyebabkan peningkatan tingkat radiasi ultraviolet (UV) di permukaan bumi yang merusak kesehatan manusia. Dampak negatifnya termasuk peningkatan jenis kanker kulit tertentu, katarak mata, dan gangguan defisiensi imun. 

Dilansir dari ec.europa.eu, fenomena ini juga berdampak pada ekosistem lingkungan. Radiasi UV (efek bocornya lapisan ozon) juga mempengaruhi ekosistem terestrial dan akuatik, mengubah pertumbuhan, rantai makanan, dan siklus biokimia. Kehidupan air tepat di bawah permukaan air, dasar dari rantai makanan, sangat dipengaruhi oleh tingkat UV yang tinggi. Sinar UV juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman, mengurangi produktivitas pertanian. [rj]

Comment