NewsIndepth, Dubai: Ambisius, Prestisius dan Islami

Internasional126 Views
Dubai SmartCity (bbc)

Dubai Smart City adalah hiruk pikuk dunia. Inovasi demi inovasi, gelaran penggunaan kemajuan teknologi paling mutakhir, penerapan sistem-sistem pengembangan kota masa depan adalah penggerak hiruk pikuk itu. Penggerak itu berjalan di daerah gurun. Daerah yang dulunya tandus. Di mana air menjadi masalah utama. Dulunya, hanya sedikit sekali warna hijau di petanya. Hampir seluruhnya coklat, atau hamparan gurun. Namun peta itu sementara berubah sekarang, dan akan menjadi hamparan hijau nantinya, sekitar tahun 2021. Dubai Plan 2021.

Smartcitymakassar.com – Adalah sustainable dan green city sebagai tema utama Dubai Smart City. Tema yang menjelma sebagai solar park terbesar di dunia. Melahirkan green district cooling system, atau sistem pendingin wilayah terbesar di dunia. Mengubah jutaan meter persegi ruang-ruang kota menjadi hijau. Sejumlah 4,5 juta pohon dan tanaman menempati wilayah tersebut. Beberapa dari tanaman itu mampu menghasilkan energi. Bangunan-bangunan diperlengkapi sistem daur-ulang air; ada yang 100% seperti Hotel Indigo yang rampung 2017. Proyek raksasa Silicon Park, menelan dana 4,5 triliun Rupiah, menggunakan energi surya. Moda transportasi utama dalam Park ini adalah kendaraan listrik atau electric vehicle.

Media-media dunia mengabarkan geliat Dubai. Para korporasi besar serta-merta diundang dan dilibatkan. “Buatkan kami desain kalian yang hebat”, begitu undangan bagi para arsitek dunia. Kegiatan-kegiatan skala internasional mulai hadir di sana. Salah satunya, adalah Dubai Expo 2020 bertema ‘Connecting Minds – Creating the Future’.

Emir Dubai memiliki visi besar di sektor ekonomi. Ekonomi adalah bidang vital suatu negara atau kota. Sang Emir memahami sumber dayanya, membangun daya saingnya, dan menyatakan visinya. Dubai akan menjadi pusat global ekonomi islami. Visi global dengan sumber daya lokal diabdikan pada kepentingan ekonomi nasional. System ekonomi islami yang baru.  

Visi Sang Emir

Emir Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah sang konduktor dari opera hiruk-pikuk di atas. Sang Emir-lah yang menggerakkan Visi Uni Emirat Arab 2021. Hadiah bagi negerinya: menjadi negara terbaik dunia tepat di ulang tahun emas kota Dubai di tahun 2021. Dan Dubai menghadiahi dengan Dubai Plan 2021. Plan yang diterjemahkan menjadi Dubai Smart City.

Bagi Kota Dubai, hadiah bagi negerinya adalah kokohnya enam pilar penting. Pilarnya adalah individu atau penduduknya, masyarakatnya, pemerintahnya, pengalaman hidup yang dialami, ekonominya, dan kotanya sendiri. Penduduknya menjadi warga yang terdidik, mencintai budayanya dan sehat.

Produktif sekaligus inovatif di segala bidang kerjanya. Penduduk yang bahagia. Para penduduk yang kemudian membentuk suatu masyarakat yang giat dan bersemangat. Nilai-nilai inklusif, menghargai keragaman atau multi-budaya, dan toleran adalah cirinya. Keluarga dan komunitas menjadi basis dari masyarakatnya.

Siapapun yang berada di Kota Dubai akan dihadiahi pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang kaya, yang bernilai tinggi. Sehingga penduduk Dubai menikmati hidup, menyenangi pekerjaan mereka. Sementara para pengunjung menjadikan kota Dubai tujuan utama. Pengalaman hidup di kota yang hidup (liveability city). Kota yang hidup, adalah kota yang smart, sustainable (berkelanjutan), dan green. Infrastruktur kota terintegrasi dan terkoneksi-penuh. Inilah infrastruktur smart. Ia Berfungsi sebagai penopang kehidupan sosial dan ekonomi kota, serta lingkungan yang sehat dan bersih. Infrastruktur smart ini menciptakan efisiensi, mendorong pertumbuhan masa depan kota, yang berkelanjutan.

Bagi pemerintah sendiri, tahun 2021 adalah wujud pemerintah yang unggul atau excellent. Kebutuhan warga dan masyarakat adalah inti pelayanan serta arah kebijakan pemerintah. Pemerintah harus berpikiran-ke-depan, proaktif dan kreatif mendengarkan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan kota. Pemerintah menyediakan sistem layanan smart dan berkualitas tinggi. Seluruh sumber daya pemerintah dikelola secara berkelanjutan dan inovatif. Transparan dan handal adalah pendekatan pemerintah untuk seluruh layanan dan kebijakan yang dibuat.

Visi global dicanangkan bagi sistem ekonomi 2021 kota Dubai. Posisinya adalah sebagai salah satu pusat bisinis global dalam hal perdagangan, logistik, keuangan, dan parawisata. Untuk mencapai posisi tersebut, Dubai akan melakukan transisi menuju Knowledge-based Economy dan Green Economy. Salah satu langkah penting pembangunan sistem ini adalah menjadikan kota Dubai sebagai pusat ekonomi Islam (Capital of Islamic Economy).

Pencapaian Demi Pencapaian yang Prestisius

Sekarang ini kota Dubai sedang bekerja keras membangun menuju Dubai 2021. Ruang-ruang kota sementara dan terus dihijaukan. Konsep pembangunannya adalah berkelanjutan atau sustainable. Menghijaukan dan berkelanjutan adalah karakter inti di setiap pembangunan kota. Contohnya, pengembangan sumber-sumber energy masa depan yang berkelanjutan. Pembangkit energi berasal dari energi baru dan terbarukan. Pemerintah Kota Dubai sedang membangun pembangkit listrik tenaga surya atau photovoltaic (PV) power plant paling besar di dunia.  Solar Park namanya. Di tahun 2030, pembangkit ini akan memasok 5% kebutuhan seluruh energi kota. Sekitar 1000 MW dihasilkan. Sekarang dalam fase pertama dari tujuh fase hingga 2030.

BACA JUGA  News Indepht: Era Ekonomi Gelombang Keempat

Pihak swasta pun bergerak menuju penggunaan energi surya. Diamond Developers, salah satu industri real estate dan property di Dubai, sementara membangun 2700 rumah tinggal dengan konsep sustainable city. Luasnya sekitar 46 hektar. Ditanami 10 ribu pohon dari 50 jenis berbeda. Rumah kaca biodome, lahan organik, serta lahan taman diperuntukkan bagi suplai sumber makanan daerah setempat. Disediakan 10 MW energi surya. Sumber air maupun air-limbah didaur-ulang 100%. Sementara itu, Indigo Hotel, akan menyuplai seluruh kebutuhan energi 1700 kamarnya dengan energi surya.

Pembangunan lain adalah Silicon Park Dubai. Proyek ini adalah salah satu proyek besar yang bernilai 3,8 triliun Rupiah. Bagian Smart City Dubai, mendorong lebih jauh kota hijau, membangun dengan berkelanjutan. Oasis bagi pusat terunggul pengembangan, desain dan inovasi di bidang elektronika di masa depan. Emir Dubai mempunyai visi, menjadikannya sebagai salah satu pusat terunggul di dunia. Daerah yang mulanya gurun akan dijadikan technology oasis.

Gurunnya akan menjadi green. Material bangunannya mendukung konsep green. Puncak-puncak  bangunan beratap hijau. Sejumlah tanaman dan pohon-pohon dengan sistem irigasi minimal menghiasi seluruh puncak tersebut.

Park ini menggunakan energi surya sebagai sumber energinya.  Luas total lahannya sekitar 150,000 meter persegi. Perkantoran berlahan 50%. Selebihnya, 18% untuk ruang usaha dan 32% bagi ruang pemukiman. Park, yang direncanakan rampung tahun 2017, menyediakan beberapa fasilitas smart. Moda transportasi utamanya adalah kendaraan listrik. Disediakan sepeda listrik yang dapat diisi ulang (rechargeable) bagi para pengguna park. Beberapa fasilitas public smart seperti tempat isi ulang (charging docks) bagi perangkat elektronik smart di beberapa jalan, tempat main anak-anak digital, serambi teduh, serta halte bus dengan desain optimal disediakan. Wi-Fi dapat diakses oleh semua warga untuk dapat menggunakan beberapa aplikasi inovatif. Di beberapa tempat tersedia layanan berbasis robotik.  Pada beberapa lokasi disediakan tempat daur-ulang (recycling posts).  

Silicon Park ini dikelola oleh Dubai Silicon Oasis Authority.  Korporasi besar seperti Siemens, Fujitsu, Intel, Huawei, SAP dan Schneider mendampingi pembangunan park ini. Silicon Park ini bekerjasama dengan beberapa kantor pemerintahan, dalam hal fasilitas seperti.

Meramu Ekonomi Islam dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Geliat kota Dubai dengan pembangunan berskala besar, beberapa bahkan raksasa, menjadi sumber penggerak pertumbuhan ekonomi Dubai.  Ekonomi Dubai masa depan adalah ekonomi global. Langkah strategis menuju kancah global telah dicanangkan oleh Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum: sang Emir. Tahun 2013, Emir Dubai ini menetapkan rencana strategis pengembangan sektor Ekonomi Islam, dengan tujuh pilar dan 46 langkah atau initiatives.

Dubai akan dijadikan referensi global baik dalam hal keuangan Islam, maupun dalam hal produk, layanan, standar manajemen mutu Islam. Akan ada industri halal yang terpercaya dan berkelas dunia berlokasi di Dubai. Industri akan menawarkan solusi bagi masalah-masalah menyangkut halal. Dikembangkan parawisata yang berwawasan dan ramah keluarga. Dalam skala global, desain, seni, dan mode Islam, maupun jaringan global dalam hal informasi dan pendidikan Ekonomi Islam akan dipusatkan di Dubai. Begitupun mengenai standardisasi dan sertifikasi ekonomi Islam, juga Dubai menjadi pusat globalnya.

Kesemua pilar di atas adalah langkah-langkah utama Dubai memperkuat posisinya sebagai pusat global bagi produk-produk islami. Targetnya adalah menjadikan Dubai sebagai ‘ibukota’ Ekonomi Islami. Islamic Economy adalah langkah penting menuju ekonomi Dubai yang berbasis pengetahuan. Sistem Ekonomi Islam ini dianggap terbuka terhadap budaya lain. Sistem ini juga sejalan dengan beberapa prinsip luhur seperti menggalakkan bekerja, membangun semangat solidaritas sosial, dan menempatkan prioritas bagi masyarakat terhadap proyek atau pekerjaan yang ada. Dengan dasar ini, sistem Ekonomi Islam memberikan pengaruh positif bagi orang, masyarakat dan ekonomi nasional. Sistem Ekonomi Islam memperkuat proses transisi menuju sistem ekonomi berbasis pengetahuan. Terobosan baru dan sangat strategis. Visi global dengan sumber daya lokal, diabdikan bagi kepentingan pembangunan ekonomi Dubai dan global. [Riad Mustafa]

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SmartCity Magazine Makassar, edisi Juli 2015

Comment