Respon Serangan Hacker Bjorka, Presiden Jokowi Perintahkan Bentuk Tim Khusus

Teknologi162 Views
Tangkapan layar Hacker Bjorka

Smartcitymakassar.com – Jakarta – Ulah hacker Bjorka yang melancarkan serangan siber ke instansi pemeritahan membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut bereaksi dengan membentuk tim khusus untuk merespon aksi peretasan yang dilakukan Bjorka.

Dalam rapat pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden Jokowi memerintahkan pembentukan tim khusus tersebut. Tim ini nantinya akan menindaklanjuti serangan-serangan siber yang diterima pemerintah beberapa bulan belakangan ini.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate, saat ini perlu ada respon cepat dari sebuah tim untuk menjaga data di Indonesia agar publik tidak merasa resah.

“Perlu ada emergency response team terkait untuk menjaga data, tata kelola data, yang baik di Indonesia dan untuk menjaga kepercayaan publik,” kata Menteri Jhonny G Plate di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/9).

Jhonny menandaskan tim tersebut akan terdiri dari Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Kominfo, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Namun dia tak menjelaskan kapan tim akan mulai bekerja. Jhonny pun tak menjawab saat ditanya mengenai tugas dan fungsi tim tersebut.

BACA JUGA  XL Axiata Hadirkan Inovasi Terbaru Fitur Pulsa Darurat dan Kontrol Pulsa

Jhonny pun lantas meninggalkan wartawan saat wartawan menghujaninya dengan pertanyaan.

Demikian pula dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang memilih meninggalkan lokasi tempat wartawan berkumpul.

Sebelumnya, hacker bernama Bjorka menyerang sejumlah situs pemerintahan. Dia menjual data hasil pembobolan sejumlah situs pemerintah di internet.

Salah satu kebocoran data yang menggemparkan publik adalah terkait surat-surat Presiden Jokowi. Bjorka mengklaim telah mengantongi surat-sirat dari BIN ke Jokowi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, klaim itu dibantah BIN.

“Hoaks itu. Dokumen BIN aman terkendali, terenkripsi secara berlapis, dan semua dokumen pakai samaran,” ujar Juru Bicara BIN Wawan Purwanto dalam keterangan resminya, Jumat (9/9) lalu. [ip]

Comment