(Opini) Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas  

Opini171 Views
Hajar Aswad (istimewa)

Oleh: Hajar Aswad*

Smartcitymakassar.com – PEMBELAJARAN berdiferensiasi menurut pandangan saya pribadi adalah pembelajaran yang membutuhkan kreatifitas seorang guru untuk mengakomodir kebutuhan belajar murid. Di mana guru dalam hal ini harus pandai-pandai mencari dan memahami kebutuhan dasar semua siswa dalam kelas. Sebab semua siswa masing masing mempunyai karakter yang berbeda beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama .

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mampu memikirkan tindakan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan kita ambil pada saat berinteraksi dengan peserta didik dalam kelas.

Adanya pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti bahwa perlakuan dan tindakan terhadap siswa yang berbeda untuk semua murid.

Ciri-ciri dan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi antara lain: Lingkungan belajar mengundang murid untuk belajar, kurikulum memiliki tujuan pembelajaran yang secara jelas, terdapat penilaian berkelanjutan, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar murid dan manajemen Kelas Efektif .

Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus  lakukan antara lain:

1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek  yaitu : kesiapan belajar ,minat belajar, dan profil pelajar murid (bisa lakukan melalui wawancara, observasi, atau survei yang menggunakan angket dll)

2. Merencanakan pembelajaran yang berdiferensiasi  berdasarkan hasil pemetaan  (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi maupun cara belajar )

3. Mengevaluasi dan refleksi pembelajaran yang sudah berlansung

Terdapat tiga strategi diferensiasi diantaranya;

1. Direfensiasi konten

Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadapa kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya. Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

2. Diferensiasi proses

Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari. Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:

a. menggunakan kegiatan berjenjang

b. meyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat,

c. membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas, memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas,

d. mengembangkan kegiatan bervariasi

3. Diferensiasi produk

Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita (karangan, pidato, rekaman, diagram) atau sesuatu yang ada wujudnya.

Produk yang diberikan meliputi 2 hal:

a. memberikan tantangan dan keragaman atau variasi,

b. memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Dari sudut pandang saya pribadi menggatakan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat bermanfaat untuk kemajuan dalam dunia Pendidikan sebab , mencakup dari beberapa bidang yang sasarannya akan memperkuat keyakinan diri dan tekad pada murid kita untuk maju kedepan.

Posisi kita sebagai seorang pendidik tentunya kita akan mengalami berbagai tantangan dan hambatan ,guru harus tetap bersikaf positif

Kaitan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak, serta Budaya Positif .

Guru harus menuntun murid untuk berkembang sesuai keadaan kodrat alam dan zamannya hal ini sangat berhubungan dengan pembelajran berdiferensiasi, salah satu nilai dan peran guru pengerak adalah menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid yaitu memerdekakan pemikiran dan membuka potensi diri peserta didik atau murid

Hal ini juga sangat berhubungan dengan pembelajaran berdiferensiasi, dalam pembahasan visi guru penggerak mewujudkan merdeka belajar dan profil Pancasila kita akan lakukan budaya positif. Nah ini juga saling berhubungan dengan materi pembelajaran berdiferensiasi. [*]

*Penulis adalah pemerhati dunia pendidikan Luwu Utara

Comment