OJK: Perilaku Kasar ‘Debt Collector’ Paling Meresahkan Konsumen

Hukum, Makassar172 Views
debt collector (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dalam laporan terbarunya, hingga saat ini masih banyak menerima laporan perilaku kasar hingga kekerasan fisik dari petugas penagihan atau biasa disebut debt collector.

Menurut OJK, pihaknya telah menerima sebanyak 8.771 pengaduan dari konsumen pada semester I 2022. Mayoritas pengaduan terkait masalah sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), seperti pinjaman online hingga asuransi.

Dalam laporan tersebut, OJK mengatakan perilaku kasar dari debt collector dianggap paling mengganggu dan meresahkan konsumen.

Adapun Data OJK Kuartal I 2022:

OJK menerima 199.111 laporan layanan berbagai kanal

-8.771 pengaduan konsumen baik Industri Perbankan, IKNB dan Pasar Modal

BACA JUGA  Bakal Terus Disempurnakan, Danny: Selain Ojol, Sebaiknya ASN Juga Pergunakan Jasa Angkot Pete-Pete

(50 persen dari pengaduan konsumen berasal dari IKNB, 49,5 perbankan dan 0,5 persen pasar modal)

– OJK catat pengaduan paling banyak terkait restrukturisasi dan pembiayaan perilaku petugas penagihan

– Berdasarkan laporan, klasifikasi OJK ada dua kasus: 

1. Konsumen tidak menyadari melakukan tanda tangan kontrak.

2. Penagihan utang, terjadi pelanggaran berupa penagihan yang kasar dan melakukan kekerasan fisik.

“OJK melakukan koordinasi dengan kepolisian karena tindakan penagihan dan kekerasan tak hanya terkait compliance namun pelanggaran hukum,” demikian rilis laporan OJK yang dikutip, Selasa (13/9). [rj]

Comment