Coretan Redaksi: Mengembalikan Rasa Aman Warga Makassar

Ketapel dan anak pana busur (dok. Scm)

Smartcitymakassar.com – MARAKNYA kembali perkelahian antar kelompok yang didominasi pelajar, penyerangan dengan memakai busur panah, tindak ugal-ugalan di jalan dengan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh remaja di Makassar semakin meresahkan warga.

Fenomena ini membuat kota Makassar menjadi sedikit menampilkan wajah “horor“. Para pelaku –yang nota bene remaja dan masih berstatus pelajar setingkat SMP dan SMA ini– tak segan-segan melakukan pengancaman dengan memakai alat panah busur di ruang-ruang publik. Salah satu informasi yang Redaksi terima, para begal remaja ini melakukan aksi memalak anak-anak dengan meminta uang di Taman Ade Irma Nasution, Ujung Pandang Baru, Tallo, Makassar.

Ironisnya, ketika seorang bapak yang ingin mencegah perbuatan begal itu juga malah mendapat ancaman dengan mengacungkan ketapel busur-nya. Tindakan ini menandakan bahwa anak remaja begal ini sudah tak lagi mengindahkan apa pun. Termasuk tidak lagi memperdulikan siapa yang disasarnya.

Memang, diketahui, berbagai upaya telah dilakukan aparat kepolisian, baik itu dengan melakukan penindakan hukum, melakukan penangkapan, memediasi pihak yang bertikai dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama serta aparat pemerintahan, namun tak juga mampu meredam fenomena tersebut.

Memasuki musim sekolah seperti saat ini –karena mereka bolos sekolah dan kumpul berkelempok– bisa dikatakan semakin memperbesar peluang terjadinya perilaku yang sudah melampaui batas toleransi dan sudah mengancam jiwa warga yang tak bersalah. Bahkan dalam beberapa kasus, warga tak bersalah telah menjadi korban.

Diperlukan tindakan “extra-ordinary” untuk meredam fenomena ini. Bila tidak maka kemungkinan kejadian semacam ini akan semakin melebar serta semakin tak terkendali.

Pelibatan seluruh elemen masyarakat beserta institusi yang berwenang harus diupayakan semaksimal mungkin. Di samping penegakan hukum harus lebih dipertegas lagi, juga sebaiknya melibatkan para pakar dan akademisi, baik itu ahli psikologi sosial, ahli psikologi remaja dan ahli hukum dalam mengupayakan solusi yang komprehensif.

Upaya ini sangat penting, mengingat fenomena semacam ini merupakan fenomena sosial-psikologis perkotaan. Akar penyebabnya dan pemicunya harus lebih dahulu terindetifikasi.

Dan yang lebih penting adalah bersatunya warga untuk tak memberi ruang bagi potensi munculnya hal semacam ini. Sangat diperlukan kesadaran warga Makassar untuk bersama-sama “melawan” potensi kriminalitas dengan memunculkan kembali kepedulian untuk kenyamanan berrsama. [Redaksi]

Comment