by

Smelter Terbesar di Dunia Mulai Dibangun di Gresik, Ini Penjelasan Keuntungan Buat Negara

Smelter Terbesar di Dunia Mulai dibangun di Gresik, Ini Penjelasan Keuntungan Buat Negara

Smartcitymakassar.com – GRESIK. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik, Jawa Timur pada Selasa (12/10/2021). Smelter yang dibangun di atas lahan seluas 100 hektare ini diklaim akan menjadi yang terbesar di dunia.

Smelter PT Freeport Indonesia dibangun di atas lahan 100 hektare yang diproyeksi akan bisa memproduksi konsentrat tembaga 1,7 juta ton per tahun.

‘FooterBanner’


“Tidak kirim mentahan, tidak kirim dalam bentuk raw material, memberikan nilai tambah bagi negara, artinya akan memberikan income yang lebih tinggi kepada negara. Kemudian menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, ini goal yang penting bagi rakyat. Dan tentu saja membuat bangsa kita semakin mandiri, semakin maju,” kata Presiden dilansir dari VOA, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, Menteri BUMN Eirick Thohir melaporkan kinerja, inovasi dan transformasi PT Freeport Indonesia terus berkembang dengan baik. Erick mencontohkan pertumbuhan pendapatan dari perusahaan naik 100 persen dari tahun lalu.

“Tahun kemarin itu, Rp50 triliun, tahun ini Desember rencananya Rp105 triliun. Lalu, juga keuntungan bersih yang tahun kemarin itu Rp10 triliun, direncanakan sampai Desember ini Rp40 triliun,” ungkap Erick.

Smelter yang dibangun dengan nilai investasi Rp42 triliun ini nantinya, kata Erick, akan berfungsi sebagai fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga. Selain itu, smelter ini juga akan digunakan sebagai fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak dan logam berharga lainnya. Smelter ini nantinya akan menghasilkan rata-rata produksi 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp30 triliun.

BACA JUGA:  Napi Teroris Bocorkan Informasi, Aparat Temukan Bahan Peledak

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan smelter tembaga ini akan memiliki fasilitas hilirisasi tambahan pemurnian logam berharga (precious metal refinery) dengan nilai investasi 200 juta USD, yang akan menghasilkan 35-54 ton emas per tahun, di mana harga emas saat ini berada di level 1.700 USD per troy ounce.

“Jadi kalau produksinya 35 ton, itu nilainya 1,8 miliar USD. Kalau produksinya 50 ton itu sampai 2,7 miliar USD,” jelasnya.

Airlangga mengatakan, sebelum adanya smelter di Gresik ini, negara-negara lain seperti Spanyol dan Jepang yang paling diuntungkan oleh hasil konsentrat tembaga dari PT Freeport Indonesia yang nilainya mencapai ribuan triliun selama puluhan tahun.

“Jadi bayangkan selama 40 tahun, yang 2 miliar USD rata-rata dinikmati negara lain, apakah 70 persen ke Spanyol, maupun ke Jepang. Jadi hari ini menjadi bersejarah, karena ini seluruhnya akan diproduksi di Gresik,” ungkap Airlangga. (Ip/VOA)

Comment