by

Tahun 2021 Kementerian PUPR Anggarkan 31,37 M, Normalisasi 3 Sungai di Makassar Rampung

Foto: Sungai Balangturungan

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus berupaya melakukan penanganan banjir yang terjadi di seluruh wilayah sungai di Indonesia. Di Kota Makassar, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang melakukan monitoring dan peninjauan lapangan terkait penanganan banjir di Kota Makassar.

Pada tahun 2021, Kementerian PUPR melalui BBWS Pompengan Jeneberang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 31,37 miliar untuk operasi dan pemeliharaan seluruh sarana pengelolaan Sumber Daya Air termasuk revitalisasi pengendalian banjir Kota Makassar. 

‘FooterBanner’


Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi aliran sungai di Kota Makassar jelang musim hujan sebagai bentuk upaya mengurangi risiko bencana banjir, dimana titik pertama yang ditinjau adalah aliran Sungai Balangturungan, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar. 

Pada lokasi tersebut, Adenan mengatakan pekerjaan normalisasi di  Sungai Balangturungan sudah rampung 100 % dengan pekerjaan pengerukan sedimen, perapihan tanggul sungai serta pembersihan sampah di area sungai. 

“Namun, kembali terjadi penyempitan sungai akibat penumpukan limbah sampah baru di area Sungai Balangturungan. Untuk itu kita koordinasikan ke Pemerintah Kota Makassar untuk bersama-sama memberitahukan ke masyarakat jangan membuang sampah di sungai,” ujar Adenan, dilansir dari rilis humas Kementerian PUPR (8/7/2021) lalu.

BACA JUGA:  Kodim 1707 Merauke Gelar Serbuan Vaksinasi di SMP Negeri 1 Merauke

Di lokasi berikutnya, tim BBWS Pompengan Jeneberang juga melakukan peninjauan di Sungai Biring Je’ne, Paccerakang, Perumahan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, yang merupakan salah satu wilayah langganan banjir tahunan. 

Dikatakan Adenan, pengerjaan normalisasi Sungai Biring Je’ne Kodam III juga sudah selesai, namun aliran air masih terhambat dikarenakan penyempitan jembatan di area perumahan tersebut.

“Kapasitas aliran sungai sudah sesuai tetapi ada jembatan menuju area perumahan yang memperkecil kapasitas aliran air,” kata Adenan. 

Terakhir, peninjauan dilakukan di lokasi normalisasi serta pemeliharaan rutin di Sungai Sabbeng, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

“Normalisasi di Sungai Sabbeng ini alhamdulillah progresnya juga sudah mencapai 100% untuk menghindari terjadinya luapan sungai yang mengakibatkan banjir di blok 10 Perumnas Antang,” jelasnya. 

Namun, masalah lain yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Blok 10 Perumnas Antang dikatakan Adenan yaitu adanya penyempitan badan sungai akibat konstruksi jembatan yang hanya memiliki tiga gorong-gorong dengan diameter 80 cm hingga dipastikan akan menjadi hambatan aliran pada saat debit air besar. 

“Untuk itu kita koordinasikan ke pemerintah setempat agar ini bisa diatasi bersama-sama,” pungkasnya. (Ip)

Comment