by

Bupati Jember Viral Karena Dapat 70 Juta dari Kematian Covid-19, Ini Ceritanya

Bupati Jember Hendy Siswanto 

Smartcitymakassar.com – Jember. Nama Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi sorotan dalam dua hari terakhir setelah ia dan pejabat daerah lainnya mengaku mendapat honor dari pemakaman Covid-19. Bupati sendiri diketahui mendapat dana akumulasi hingga sebesar Rp70 juta lantaran dirinya menjabat pengarah pemakaman Covid-19 dan melakukan tugas evaluasi dan monitoring.  Selain Hendy, honor pemakaman juga diterima oleh Sekda Jember dan pejabat BPBD.

“Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah, karena regulasinya ada itu, ada tim di bawahnya juga. Kaitannya tentang monitoring dan evaluasi (Monev),” kata Hendy, Jumat (27/8/2021) kepada wartawan.

‘FooterBanner’


Diketahui, aturan soal honor pemakaman covid-19 sebelumnya diklaim berasal dari Surat Keputusan (SK) Nomor: 188.45/107/1.12/2021 tentang Petugas Pemakaman Covid-19 Pada Sub Kegiatan Respons Cepat Bencana Non-Alam Epidemi/Wabah Penyakit Kabupaten Jember. SK disebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 119/PMK.02/2020 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2021.

Namun Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng menyebut dasar hukum yang dipakai Bupati Jember, Hendy Siswanto menerima uang honor pemakaman Covid-19 tidak bisa dibenarkan. “Saya kira ini aturan yang janggal, yang tidak punya cantolan. Aturan yang lebih tinggi yang diklaim PMK bahkan itu tidak mengatur soal itu,” katanya kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021).

BACA JUGA:  BIN Bantah Sistemnya Dibobol Kelompok Peretas

Sementara menurut Gubernur Jawa Timur, tim inspektorat telah turun ke Jember.

Perkembangan terakhir, Bupati, Sekda, kepala BPBD, hingga kepala bidang kedaruratan Jember, mengembalikan total honor sebesar Rp 282 juta dari pemakaman pasien Covid-19 ke kas daerah.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Djamil mengatakan, pengembalian honor dilakukan agar uang itu bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih baik.

“Agar bisa dimanfaatkan pada hal yang lebih baik,” tutur dia kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Djamil menyebut, sebenarnya mereka ingin menyumbangkan honor itu setelah diterima. Namun, karena terjadi polemik, diputuskan honor itu dikembalikan ke kas daerah.

Sementara saat diwawancarai wartawan, Bupati membenarkan telah mengembalikan uang Rp 70 juta tersebut.

“Saya kaget dan ternyata honor 70 juta tersebut dihitung berdasarkan 100 ribu per kematian Covid-19. Dan memang terjadi lonjakan kenaikan covid di Jember,” kata Bupati Jember. (Ip)

Comment