by

Ini Hasil RDP DPRD Sulsel Soal Aspirasi Warga Masamba Sulsel

Ini Hasil RDP DPRD Sulsel Soal Aspirasi Warga Masamba

Smartcitymakassar.com – Masamba. Pasca banjir bandang di Luwu Utara (13 Juli 2020) lalu, kondisi Ibu kota Kabupaten tersebut masih memprihatinkan. Ekononomi masyarakat lumpuh akibat banjir yang selalu datang jika terjadi hujan. Bahkan dikabarkan banjir tersebut juga membawa material pasir. Masyarakat Luwu Utara khususnya sekitar kota Masamba pun kini tak bisa lagi bersabar akibat dampak banjir yang melumpuhkan sumber ekonomi mereka.

Pada Sabtu (14/8/2021), DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui komisi D akhirnya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang juga dihadiri perwakilan masyarakat korban pasca banjir bandang di Kota Masamba.

‘FooterBanner’


Berdasarkan video RDP yang diterima dan dikutip pada Rabu (18/8/2021) adapun aspirasi dari perwakilan masyarakat sekitar kota Masamba yang diwakili Madehang Mas’ud dan Usman, intinya menginginkan normalisasi atau pengerukan sungai Masamba. Selain itu mereka tak menghendaki adanya peninggian jalan poros karena bukan solusi bahkan bisa memaksa warga agar menaikkan lantai mereka hingga 1 meter. Tak hanya itu juga penanganan Salu bebe, dan mempertanyakan adanya pemasangan batu gajah yang katanya anggarannya 40 M karena menurut mereka normalisasi lah yang seharusnya dilakukan saat ini agar kota Masamba tak banjir lagi jika hujan, bahkan agar kota Masamba tak tenggelam nantinya.

Soal Peninggian Jalan Poros

Pada kesempatan tersebut, Johanes Jaya dari Balai Besar PUPR jalan dan jembatan mengatakan, sesuai rencana balai jalan memang ingin meninggikan jalan dan buat dua jembatan. Namun pihaknya mendapatkan masukan dari masyarakat yang tak menghendaki peninggian jalan.

“Jadi nanti kita tinjau ulang ke kepala balai untuk dibawah kepusat apakah dibatalkan atau tidak. Soal batu gajah biar balai sungai yang menjawab,” jelas Johanes.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Lutra Basir angkat bicara. Dia mengingatkan balai soal jembatan yang perlu ditinggikan adalah dua jembatan Radda karena kalau hujan pasti banjir ditempat itu.

“Sekedar informasi kepada balai, pasir memang sumber masalah utama di sungai. Jadi bagaimana pun peninggian jalan dilakukan tapi sungai tak dikeruk tetap tak selesai Masamba,” kata Basir.

Basir kemudian menyinggung berkaitan dengan permohonan Lutra sebelumnya soal anggaran kepada Provinsi untuk Penanganan Salu Bebe.

“Berkaitan dengan permohonan kami kemarin tapi kami maklumi keterbatasan anggaran Provinsi. Ini penanganan sungai bebe, Salubebe kami maklumi keterbatasan anggaran Provinsi. Kalau kemarin itu sudah disetujui Gubernur tapi ketika penyerahan paku bantuan keuangan, tapi kami maklumi. Ini kami akan tagih. Seandainya bisa dalam forum, seandainya ada anggaran bisa ke Lutra, ini kalau ada anggaran yang bisa dialihkan, karena kalau Salu bebe tak diselesaikan pasti banjir lagi kembali Kota Masamba,” jelas Basir.

Menanggapi Anggota Dewan Provinsi Andi Syaifudin soal Rujab Bupati yang tak ditempati, Basir mengatakan soal Rujab Bupati Lutra yang tak digunakan, makanya Bupati ambil kesimpulan Rujab ditiadakan dan anggarannya dan anggaran lainnya dialihkan penanganan Salu Bebe.

BACA JUGA:  PMII Cabang Pangkep Gelar Konfercab ke-VIII, Ini Ketua yang Terpilih

“Karena kami harapkan anggaran Provinsi tapi kami memaklumi keterbatasan anggaran,” sahut Basir.

Karena keterbatasan waktu pernyataan Basir pun disanggah pimpinan sidang yang juga merupakan wakil komisi D, Fadriaty AS.

“Tabe waktu pak ketua DPRD Lutra. Sekedar informasi Lutra selalu diberikan bantuan keuangan pak tidak boleh dipungkiri. Tahun kemarin ada Tahun ini juga Plt juga sudah janji 50 M tahun ini. Jadi jangan meki pak. Ini juga kan terbatas kan covid-19. Kalau sungai Bebe karena samping rumahnya pak Andi Syaifuddin Kasim biar pak Andi Syaifuddin yang urus kalau tak mampu nanti kita diborongi berlima,” kata Fadriaty yang juga berasal dari dapil Luwu.

Soal batu gajah

Soal batu gajah dari Balai sungai, Nurlela (Kabid Sungai Pantai) mengatakan Batu gajah itu permanen. Batu gajah minimal 100 kg dan digunakan karena kondisi lokasi.

“Jadi penanganannya itu proteksi dulu baru normalisasi. Karena ada pasir material banji,” jelas Nurlela.

Penjelasan Balai Sungai pun dilanjutkan oleh rekan Nurlela.

Menurut Balai Sungai Kegiatan penanganan 2021 adalah memperkuat geotekstil. Karena kalau datang banjir jebol geotekstil dan berbahaya.

“Sambil normalisasi tahun ini jalan. Terus 2021 ini karena aspirasi masukan masyarakat, jadi kita masukan pekerjaan normalisasi dari hulu dari sungai baleho sampai ke hilir rencana sampai jembatan Masamba itu dulu,” jelas Balai Sungai.

“Jadi kita proteksi sambil normalisasi jalan terus tahun ini. Mungkin bisa dilihat di hulu ada normalisasi sekarang. Bahkan ada program kami buat Lutra tahun 2022 sampai 2025 normalisasi Radda dan Rongkong. Sekedar informasi tambahan akan dibangun bendungan Rongkong. Posisinya refiuw desain,” jelasnya.

Hasil RDP

Pernyataan pihak balai terus dipertanyakan perwakilan masyarakat khususnya soal normalisasi yang katanya jalan terus.

Namun karena keterbatasan waktu, Pimpinan sidang kemudia memotong pembicaraan.

“Kita beri kesempatan dulu pihak Balai. Kan katanya sudah dikeruk makanya kami akan turun kelapangan, apakah ada pengerukan di Hulu saat ini. Kami akan rapat interen dan tindak lanjuti kepada OPD terkait,” pungkas pimpinan sidang.

Pada akhir RDP salah satu perwakilan masyarakat Kota Masamba menyinggung soal program penguatan tebing dari pihak balai. Ia meminta perhatian pihak Balai agar normalisasi sungai segera dikerjakan karena menyangkut kesalamatan nyawa dan agar masyarakat sekitar bisa kembali hidup.

Selanjutnya pimpinan sidang pun menanggapinya.

“Karena keterbatasan waktu mau Jumatan aspirasi sudah diterima tapi tidak mungkin selesai pada forum ini. Jadi kita (masyarakat-red) inginkan jangan mi dulu penguatan tebing tapi normalisasi sungai agar kita bisa hidup kembali semua. Jadi kembali meki ke Balai semua bicarakan ke pusat kalau ada keinginan masyarakat seperti ini,” tegas Pimpinan Sidang.

Terakhir tanggapan yang mewakili Plt Gubernur Sulsel mengatakan pada intinya bahan pertemuan berikutnya adalah masyarakat Lutra inginkan normalisasi sungai. (Ip)

Comment