by

Pasien Kecewa dengan Pelayanan Rumah Sakit, Direktur RSUD Batara Siang Diminta Mundur

Ket Photo : Pengurus LBH-Pangkep bersama Bayi dikediaman ibu Fadhillah

Pangkep. Seorang ibu bernama FADILLAH (20) yang tengah hamil tua memeriksakan dirinya ke Puskesmas Balang Lompo kabupaten Pangkep pada hari selasa (10/8/2021) dan dinyatakan reaktif Oleh pihak Puskesmas. Namun hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak puskesmas tersebut tidak memberikan Pasien maupun pihak keluarga pasien.

Setelah dinyatakan Reaktif Covid19, pasien Ibu Hamil (Fadilah) dirujuk Rumah Sakit Umum Daerah “RS Batara Siang Pangkep” sekitar Pukul 22:00 Wita, Selasa (10/8/2021).

‘FooterBanner’


Setelah beberapa jam beliau tiba dirumah RSUD Batara Siang pasien akhirnya melahirkan dalam keadaan normal dan Sehat. Dua hari dirawat di RS. Batara Siang Bersama Dengan bayinya. Namun Ada Kondisi dimana kelalaian Oleh pihak rumah sakit yaitu menyerahkan Bayi yang baru lahir tersebut kepada seseorang untuk dibawa keluar dari rumah sakit, tanpa mengetahui dengan jelas Identitas Orang tersebut.

Hal ini membuat panik ibu fadillah, ia mengungkapkan kekecewaannya pelayanan di RS. Batara Siang yang begitu toledor menyerahkan bayi nya ke keluarganya tanpa sepengetahuan ibu bayi.

“Untungnya keluargakuji yang ambil itu anakku , sempatka panik, karena data dan identitas yang mengambil bayi tersebut saya tidak ketahui dan juga tidak diketahui oleh pihak rumah sakit. selang beberapa Jam baru saya ketahui karena di beritahukan oleh pihak keluarga sendiri, kesalahan yang fatal kenapa dokter tidak memberikan pengertian keluarga Pasien bahwa bayi tersebut lebih aman dan terjamin kalau berada dirumah sakit.” Ujar Fadillah ( Pasien Ibu Hamil Rs. Batara Siang )

BACA JUGA:  Dosen Prodi Manajemen FEB UNM Lakukan Pengabdian Pada Masyarakat

Terpisah Keterangan oleh salah satu kuasa hukum LBH Pangkep Bahwa telah melakukan investigasi terkait pelayanan tersebut kepihak RS Batara Siang, dan menemui salah satu pihak rumah sakit ternyata memang sesuai keterangan nya bahwa tidak ada identitas Jelas Orang yang datang mengambil Anak bayi tersebut.

Pihak rumah sakit hanya memberikan karena mengaku sebagai keluarga. Dan hal ini sangat berbahaya bagi keamanan pasien dan bayi tersebut. Apalagi bayi tersebut masih membutuhkan formula khusus karena belum bisa menikmati ASI secara langsung dari ibunya karena di Duga terjangkit Covid sesuai Dengan terangan pihak rumah sakit.

Terkait dengan kasus ini, LBH-Pangkep dalam hal ini telah diberikan kuasa penuh oleh Pasien sebagai korban dan keluarga korban yang dimana RS. Batara Siang telah di Duga melanggar Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan pelanggaran undang- undang tentang pelayanan publik.

“Maka kami Meminta kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah RS Batara Siang serta pihak – pihak yang menangani pasien tersebut untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah terjadi dan kami berharap kepada Bapak Bupati Pangkep dan Inspektorat untuk meng-audit dan atau memberikan peringatan keras kepada Pihak RS Batara Siang dalam hal pelayanan dan tanggungjawab atas segala hal yang terjadi. Kalaupun memang Direktur rumah sakit saat ini tidak mampu untuk mengelolah Rumah sakit dengan baik ya harus diganti” terang Muarrif (LBH-Pangkep) (Tbr)

Comment