by

Olimpiade Tokyo: Indonesia Target Lampaui Prestasi di Rio

Atlet Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kiri) berlaga dalam lomba 100 meter World Athletics Continental Tour, dalam ajang uji coba Olimpiade 2020 Tokyo, di Stadium Olympic Tokyo, Jepang, 9 Mei 2021. Reuters

Smartcitymakassar.com – Tim Indonesia yang berlaga di Olimpiade Tokyo dalam keadaan siap tanding dan menargetkan membawa pulang lebih banyak medali dibanding perhelatan serupa di Rio de Jeneiro, Brasil, lima tahun lalu, demikian kata Ketua Kontingen Indonesia.

Indonesia memberangkatkan 28 ditambah 1 atlet cadangan dari delapan cabang olahraga ke Olimpiade Tokyo, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 setelah tertunda satu tahun karena pandemic virus corona.

‘FooterBanner’


Sebanyak 11 atlet Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis telah tiba sejak 8 Juli di Kumamoto, Jepang, untuk menjalani latihan awal.

“Seluruh atlet dan official dalam keadaan sehat meski sedikit kelelahan di perjalanan. Seluruh atlet siap bertanding,” kata pimpinan kontingen Indonesia Rosan Roeslani lewat pesan singkat kepada BenarNews.

Indonesia mengandalkan cabang bulu tangkis mampu membawa pulang medali yang lebih banyak dari capaian pada Olimpiade Rio di Brasil pada 2016, yaitu satu emas dari badminton serta dua perak dari angkat besi, kata Rosan. 

“Kita memiliki banyak potensi. InsyaAllah, Indonesia bisa meraih peringkat yang jauh lebih baik,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Rosan bersama Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia) Raja Sapta Oktohari tiba di Tokyo pada Minggu (18/7), bersama dengan 13 atlet dan 11 pelatih dari lima cabang olahraga. Rosan memastikan para atlet dalam keadaan sehat dan saat ini telah menetap di Perkampungan Atlet di Distrik Pulau Chuo, Tokyo. 

“Kami disediakan ruangan khusus di lantai dua dan ruang makan, tetapi ini hanya selama tiga hari awal saja,” katanya.

“Meja juga dipisahkan satu-satu dengan kaca. Jadi TOCOG memang benar-benar memastikan protokol kesehatan berjalan baik,” tambahnya. Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games atau TOCOG adalah panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020.

Para atlet yang baru tiba wajib menjalani masa karantina selama tiga hari untuk selanjutnya menjalani tes deteksi COVID-19. Kendati demikian, atlet Indonesia dari beberapa cabang olahraga seperti angkat besi dan panahan sudah diperbolehkan berlatih secara terbatas.

“Sudah ada beberapa atlet yang latihan, yakni panahan dan angkat besi. Sisanya masih menunggu jadwal. Meskipun statusnya karantina tiga hari, yang perlu diingat ini sistem bubble sehingga TOCOG mengizinkan atlet kita berlatih saat lapangan latihan kosong,” kata Rosan.

BACA JUGA:  Kapal Survei China Berkeliaran di ZEE Indonesia

“Semoga ada peningkatan prestasi dari para atlet. Fokus kami menyemangati para atlet karena ini adalah Olimpiade yang penuh tantangan di tengah pandemi COVID-19,” sambungnya.

TOCOG mewajibkan para atlet menjalani tes PCR pada hari ke-4 dan ke-3 sebelum keberangkatan ke Tokyo, Jepang.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa-Bali membuat NOC Indonesia menetapkan lokasi karantina berbeda untuk para atlet yang terbagi di Jakarta dan Bali, sebut Raja Sapta.

Kontingen ketiga dari atlet Indonesia dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Selasa (20/7). Mereka terdiri dari tiga atlet beserta 16 pelatih, manajer, dokter, fisioterapi, dan tim lainnya.

Kloter terakhir, yang akan memberangkatkan pelari Lalu Muhammad Zohri dan Alvin Tehupeiory, dijadwalkan berangkat pada Sabtu pekan ini.

‘Jangan gugur sebelum bertanding’

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta para atlet untuk menjaga kesehatan serta menjalani protokol pencegahan penularan COVID-19 sebaik mungkin.

“Sekarang sedang dalam kondisi tidak normal, dalam suasana COVID-19 maka tolong jaga kesehatan, jangan sampai kalian gugur hanya karena kalian tidak bisa bertanding. Tetap disiplin dalam dan menjalankan protokol kesehatan,” kata Amali, sebelum melepaskan keberangkatan kontingen Indonesia ke Jepang.

Maret lalu, tim bulu tangkis Indonesia diminta mundur dari laga All England di Inggris, meski ada beberapa pemain yang sudah berlaga di babak pertama dan lolos ke babak kedua.

Hal tersebut lantaran tim Indonesia yang berangkat ke Birmingham, Inggris, berada satu pesawat dengan salah satu penumpang yang terinfeksi COVID-19. Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, setiap orang yang berada satu pesawat dengan orang yang terinfeksi COVID-19 wajib menjalani isolasi selama 10 hari. Dengan kata lain, tim yang tiba pada 13 Maret harus menjalani masa isolasi hingga dua hari pasca-penutupan laga tersebut.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo, pada saat seremonial pengukuhan para atlet di Istana Negara, 8 Juli 2021, meminta para atlet untuk fokus pada pertandingan sehingga pulang dengan membawa kebanggaan bagi bangsa.

“Rakyat menaruh harapan besar kepada saudara-saudara dan prestasi saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia. Selamat menjalankan amanah berat ini, rakyat menunggu saudara-saudara kembali ke Tanah Air dengan membawa medali yang membanggakan Indonesia,” ucap Jokowi. (Sumber: benarnews.org)

Tria Dianti di Jakarta berkontribusi pada artikel ini. 

Comment