by

Kuasa Hukum Pasutri Pemilik Warkop di Gowa Resmi Melapor ke Polda Sulsel, Ini Pasal yang Diadukan

Kuasa hukum pasutri pemilik warkop di Gowa

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kuasa hukum pasutri pemilik Warkop yang menjadi korban pemukulan oknum Sat Pol PP Gowa, Arie Karri Dumais SH dan Ashari Setiawan SH resmi melakukan pelaporan di Polda Sulsel.

Kali ini, kuasa hukum korban melapor atas nama Riyana, istri pemilik Warkop Ivan. Sebelumnya pasutri pemilik Warkop ini telah melapor ke Polres Gowa dan oknum pelaku pemukulan telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

‘FooterBanner’


“Kami melapor ke Polda ini atas nama istrinya, sedang yang melapor ke Polres Gowa atas nama suaminya. Jadi ada dua subyek pelaporan yang berbeda”, kata Ashari di Polda Sulsel, Jumat (23/7)

Menurut Ashari, walaupun locus-nya (tempat kejadian perkara -red) berada di Gowa, pihaknya melaporkan ke Polda Sulsel, karena Polres Gowa dibawah naungan Polda Sulsel.

“Kami melapor ke Polda karena Polres Gowa memang dibawah naungan Polda Sulsel”, ujarnya.

Ashari menambahkan, justru pelaporan pihaknya kali ini harus diproses cepat karena korbannya adalah perempuan dan berakibat korban harus dirawat inap dan berpindah di 3 rumah sakit.

BACA JUGA:  Abdul Hayat Apresiasi Program USAID Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

“Dalam laporan ini kami menilai pelaku telah melanggar pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan menyertakan bukti-bukti yang ada seperti hasil visum RS, rekaman video dan lain-lain”, katanya.

Di samping itu kuasa hukum korban juga melapor terkait pelanggaran UU Nomor 1 tahun 1946 pasal 14 dan 15 terkait keterangan bohong dengan ancaman pidana 10 tahun.

“Karena kasus ini sudah sangat melebar dan telah menyentuh hal pribadi klien kami maka kami juga mengadukan tentang adanya pemberitaan bohong”, katanya.

Dianggap menebarkan berita bohong karena sempat beredar pengakuan bahwa oknum Sat Pol PP tersebut memukul karena spontan dan terlebih dahulu dilempar botol.

“Keterangan itulah yang kami laporkan di Polda Sulsel”, ujar kuasa hukum korban. (Hd)

Berikut videonya:

Comment