by

Kliennya Dilaporkan Oleh Sebuah Ormas, Kuasa Hukum Ivan dan Riyana: Mungkin Ormas Itu Mau Cari Sensasi

Ivan dan Riyana

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kasus penganiayaan pasutri pemilik warung kopi di Gowa Sulsel oleh oknum Sat Pol PP Gowa terus berbuntut panjang.

Kali ini korbannya, Ivan dan istrinya Riyana dilaporkan ke Polres Gowa. Pasangan suami istri itu dilaporkan oleh Brigade Muslim Indonesia, karena telah menyampaikan berita bohong atau hoaks yang mengaku dirinya hamil saat dianiaya oleh tersangka Mardani.

‘FooterBanner’


“Kami telah melaporkan ini ke Polres Gowa. Kami membawa alat bukti salah satunya bukti rekaman video live Facebook si Ivan yang menyatakan istrinya itu hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli di Mapolres Gowa, Kamis (22/7/2021).

Menanggapi pelaporan tersebut, kuasa hukum pasutri pemilik warkop di Gowa mengatakan hal itu hak pelapor.

BACA JUGA:  BBWSPJ Pasang Urugan Batu dan tanggul di Desa Laba, Masyarakat Laba: Kami Sangat Bersyukur

“Itu hak pelapor. Semua warga negara punya hak. Namun yang agak aneh kenapa justru sebuah ormas yang melaporkan. Katanya masyarakat dirugikan. Masyarakat yang mana?”, kata kuasa hukum Riyana dan Ivan, Arie Karri Dumais SH dan Ashari Setiawan SH, Jumat (23/7).

Menurutnya, kalau memang ada pihak yang mau melaporkan kliennya karena merasa dirugikan lebih tepatnya ya Sat Pol PP bukan sebuah ormas.

Arie mempertanyakan kepentingan apa ormas tersebut melakukan pelaporan. “Kalau dugaan saya ya mungkin mau cari sensasi atau mau ikut tenar”, pungkasnya. (Hd)

Comment