by

Kuasa Hukum Korban Pemukulan Oknum Sat Pol Gowa: Seharus Polisi Terapkan Pasal Penganiayaan Berat, Bukan Ringan

Kuasa Hukum Pasutri Korban Pemukulan Oknum Sat Pol Gowa: Seharus Polisi Terapkan Pasal Penganiayaan Berat, Bukan Ringan

Smartcitymakassar.com – Makassar. Penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Gowa yang kasusnya sangat viral dan menjadi trend pembicaraan di akun-akun media sosial, kini telah memasuki tahap penahanan yang dilakukan Polres Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, kemarin 18 Juli 2021.

Namun, setelah polisi menetapkan oknum Sat Pol PP Gowa dan saat ini telah dilakukan penahanan, penasehat hukum dari pihak korban menyayangkan penerapan pasal dari penyidik di Polres Gowa, yakni hanya menerapkan Pasal 351 ayat 1 (Penganiayaan ringan) dan bukannya pasal 351 ayat 2 yakni jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

‘FooterBanner’


Ashari Setiawan SE., SH, kuasa hukum korban penganiayaan mengatakan pihak kepolisian yang menangani kasus ini meminta agar polisi menerapkan pasal berlapis, selain pasal 351 ayat 2, penyidik dari kepolisian juga harus menerapkan Undang-undang Perlindungan Perempuan.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Pembentukan Calon Bintara Polri TA 2021 di SPN Batua Polda Sulsel

“Mengingat, akibat dari perbuatan oknum tersebut, kliennya sempat dirawat selama 4 hari dan berpindah-pindah rumah sakit. Dan dari hasil diagnosa kedokteran juga dapa menjadi pertimbangan untuk menjadi referensi penerapan pasal,” kata Ari dalam konferensi pers, Senin (19/07/21) di jalan Bawakaraeng Makassar.

Bukan hanya itu, korban pun kerap mengalami pusing dan muntah-muntah setelah kejadian pada Rabu malam 14 Juli 2021 kemarin berbuntut panjang.

“Untuk itu, kami dari pihak kantor Advokat Ashari Setiawan SE.,SH.,MH, dan Partners akan terus melakukan upaya-upaya dengan dasar hukum kuat guna mendapatkan keadilan bagi korban”, pungkasnya. (Hd)

Comment