by

Pengamat Harap Permintaan Maaf Bupati Gowa Tulus dan Bukan Pencitraan, Mengapa?

Percakapan antara pemilik warkop dan Sekda Gowa (sreenshoot)

Smartcitymakassar.com – Gowa. Persoalan pasutri pemilik Warkop di di Panciro Kabupaten Gowa yang viral dan trending topik karena aksi pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP yang bernama Mardani Hamdan (Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Gowa), berbuntut panjang.

Sejak hari pertama, Pemkab Gowa diketahui mengklarifikasi soal kehamilan istri pemilik warkop tersebut. Menurut Pemkab Gowa diduga istri pemilik warkop tersebut tidak hamil dan karena tak mau di USG.

‘FooterBanner’


Pasutri itu pun saat ini telah mengklarifikasi. Saat dihubungi, istri pemilik warkop menjelaskan persoalan sebenarnya.

“Saya pindah ke RS di Makassar karena saya diintimidasi oknum dokter. Saya sedang tidur, tiba tiba datang dokter laki laki baju batik menekan perut saya dan berkata tidak hamil ini, pantas kau dipukul satpol PP,” kata suami pemilik Warkop saat dihubungi, Jumat (16/7/2021).

Menanggapi persoalan ini, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK) M. Saifullah mengatakan jika benar ada intimidasi dari dokter, para awak media dan polisi harus menulusuri dugaan ini. Terutama IDI harus mencari kebenaran hal tersebut,” kata Saifullah saat dihubungi, Jumat (16/7/2021).

Saifullah kemudian mengatakan, persoalan kasus ini sebenarnya lucu.

“Lucu sebenarnya ini kasus. Intinya kan razia PPKM dan tidak ada pelanggaran. Di video bu Sekda justru mengingatkan soal baju sexi yang membuat banyak orang tertawa, dan itu sumber awal dari kejengkelan istri pemilik warkop. Nah karena jengkel istri pemilik warkop terus “mannoko” istilah bugisnya dan itulah yang memicu emosi Satpol PP hingga memukul. Itu jelas sekali kan, ada videonya saya sudah lihat,” jelas Saifullah.

BACA JUGA:  Data Terakhir Peta Zonasi Covid-19 Sulsel

Makanya sebagai pengamat kebijakan publik Saifullah menilai ini kasus lucu.

“Lucu kan? kenapa kasus ini dikembangkan kemana mana. Sejak hari pertama isu tak mau di USG beredar dimana mana. Apakah tidak cukup dengan kekeliruan menyinggung baju sexi seseorang yang duduk dalam rumahnya sambil menertawai,” kata Saifullah.

Saifullah kemudian menyinggung soal Bupati Gowa yang telah meminta maaf kepada korban.

“Pak Adnan kan sudah minta maaf. Persoalan juga sudah jelas aksi pemukulan. Clear. Jadi harusnya jajaran dibawah pak Adnan juga jangan terus mencari pembenaran dan kesalahan si korban menurut saya,” kata Saifullah.

“Jadi wajar kalau saya bertanya apakah Pemkab Gowa itu tulus gak minta maaf. Semoga bukan pencitraan semata,” tutup Saifullah. (Ar)

Comment