by

Soal Pernyataan Luhut, Pengamat: Tenaga Ahli Koq Ada Masa Percobaannya?

TKA Cina yang masuk ke Sulsel

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sebanyak 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (3/7/2021) menjadi viral. Apalagi pemerintah pusat tengah melakukan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali. Padahal ternyata 20 TKA Cina tersebut belum mengantongi izin kerja.

Menanggapinya, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves), Luhut Binsar Panjaitan (LBP) mengatakan masuknya TKA sudah sesuai prosedur, PCR sebelum dan setelah tiba di Indonesia, karantina 8 hari.

‘FooterBanner’


“Jadi sebenarnya engga ada yang aneh. Kalau ada yang asal ngomong, engga ngerti masalahnya jangan terlalu cepat ngomong. Kita kan mesti perlakukan sama dengan dunia lain lakukan begitu, kita harus lakukan begitu. Engga bisa dong kita hidup bernegara itu, lu mu mau, gua engga mau, engga bisa begitu,” kata Luhut, saat Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (6/7/2021).

Soal pernyataan Luhut ini, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan (PKPK) M. Saifullah mengatakan, pada prinsipnya protes masyarakat khususnya masyarakat daerah sekitar, lebih kepada soal kesempatan kerja yang saat ini susah namun para TKA dalam kondisi apapun bisa masuk kedaerah mereka.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Hadiri HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-66

“Lihat saja ternyata 20 TKA Cina itu belum kantongi izin kerja (IMTA). Mengapa mereka bisa langsung ke Bantaeng (Sulsel-red). Belakangan terdengar ternyata mereka masih masa percobaan sebulan sambil nunggu IMTA dari Kementerian,” kata Saiful, Rabu (7/7/2021), di Makassar.

“Pertanyaannya tenaga ahli koq masih ikut masa percobaan?,” sambung putra asli Sulsel ini.

Saiful kemudian mengatakan hal yang lumrah jika masyarakat protes, disatu sisi berkembang di medsos ada masyarakat sekitar Bantaeng yang begitu susah masuk kerja ke Smelter tersebut. Dilain sisi TKA yang katanya tenaga ahli terus masuk silih berganti didaerah mereka.

“Pertanyaan kedua buat pak Luhut, apakah dinegara lain TKI kita juga diperlakukan begitu? tanpa izin kerja sudah bisa masuk ke lokasi proyek untuk bekerja atau ikut masa percobaanlah,” tanya Saiful.

Lebih lanjut Saiful mengakui bahwa demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah memang membutuhkan investor.

“Memang kita butuh investor. Tapi apakah itu berguna buat menciptakan lapangan kerja buat warga lokal? Saya melihat data BPS Tingkat Pengangguran Terbuka Bantaeng sejak 2018 hingga 2020 lalu justru semakin tinggi,” pungkas Saiful yang juga seorang jurnalis. (Ar)

Comment