by

20 TKA Cina Masih Menunggu Izin Kerja, Imigrasi Makassar: Sebulan Tak Keluar Izinnya Akan Dipulangkan

Konferensi Pers Imingrasi Makassar (ins)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sebanyak 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (3/7/2021) menjadi viral. Apalagi pemerintah pusat tengah melakukan PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Padahal ternyata 20 TKA Cina tersebut belum mengantongi izin kerja.

‘FooterBanner’


Pihak Pemerintah pun langsung melakukan kunjungan ke Kantor PT Huadi Nickel – Alloy Indonesia di Bantaeng Sulsel, Senin (5/7/2021) yang bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan mengecek legalitas dokumen para 20 TKA asal Cina tersebut. Adapun kunjungan ini dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Andi Darmawan Bintang, Kepala Dinas Kominfo SP Sulsel Amson Padolo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Bantaeng Irvandi, dan pihak Imigrasi.

Hasil dari kunjungan tersebut menegaskan 20 TKA Cina yang masuk ke Sulsel itu belum mengantongi izin kerja atau izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA). Diketahui mereka adalah calon pekerja di PT Huadi Nickel Alloy, Bantaeng, Sulsel.

Kepala Kantor Imigrasi Makassar Agus Winarto mengatakan 20 orang ini masih menunggu izin IMTA oleh kementerian ketenagakerjaan, dan hingga kini, belum keluar.

BACA JUGA:  (Breaking News) Agung Sucipto Divonis 2 Tahun Penjara

“Yang 67 orang sudah ada izin kerja. 20 orang ini masih menunggu notifikasi dari Kemenaker. Yang keluarkan izin kerja kan dari Kemenaker, kami hanya izin tinggal untuk bekerja,” ujar Agus pada konfrensi Pers, Senin, (5/7/2021).

Olehnya menurut Agus, kantor Imigrasi Makassar masih memberi izin tinggal hingga 30 hari mendatang. Jika dalam waktu 30 hari izin IMTA-nya belum keluar, maka mereka akan dipulangkan.

“Kalau 30 hari belum ada notifikasinya belum keluar, maka mereka akan keluar atau pulang.

Saat ditanya wartawan apakah semua TKA itu di Perusahaan yang sama, Agus membenarkan hal tersebut.

“Iya di Bantaeng semua,” jawab Agus.

Terkait izin kerja 20 TKA Cina tersebut, sebelumnya Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan jika hasil di lapangan terdapat pelanggaran maka akan disikapi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jika memang memenuhi syarat, maka mereka bisa lanjut bekerja. Kalau tidak, tentu pihak migrasi yang akan melakukan deportasi. Kita akan hentikan jika ada pelanggaran,” tegas Andi Sudirman Sulaiman. (Ip)

Comment