by

Ini Penjelasan Saksi Kunci Terdakwa Agung Sucipto

Agung Sucipto alias Anggu

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sidang lanjutan terdakwa Agung Sucipto alias Anggu (kontraktor) dalam kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (24/6/2021), menghadirkan saksi kunci bagi terdakwa yakni Nuryadi, sopir terdakwa Agung Sucipto.

Dalam sidang Nuryadi mengungkap beberapa kegiatan Anggu sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 26 Februari 2021 lalu.

‘FooterBanner’


Nuryadi bercerita, hari itu mengantar Anggu dari kediamannya di Jalan Boulevard, Makassar, menuju sebuah kafe di Makassar. Di situ Anggu bertemu selama 1 jam lamanya dengan pengusaha, yang ditawari proyek irigasi di Sinjai oleh Anggu, yakni Komisaris PT Purnama Karya Nugraha, Harry Syamsuddin. Nuryadi lalu menerima uang Rp 1 miliar yang disimpan di dalam kresek dari Harry.

“Keluar dari kafe dia tanya saya, kamu sopirnya Agung, saya bilang ‘siap saya’. Dia bilang kasih pindah itu barang di dalam (mobil) kresek warna hitam,” ujar Nuryadi dalam kesaksiannya.

Nuryadi lalu diminta Harry menghitung uang dalam kresek, tapi dia tolak. Dia hanya menyampaikan kepada Anggu bahwa ada orang memberinya uang Rp 1 miliar di dalam kresek hitam dan uang itu telah berada di dalam mobil.

BACA JUGA:  Tinjau Posko Pasar Modern BSD, Kapolri Ingin Prokes Ditegakan Guna Menurunkan Level PPKM

Selanjutnya, setelah Anggu bertemu Harry di kafe tersebut, pada malam menjelang OTT KPK itu, Nuryadi lantas mengantar Anggu untuk menjemput eks Sekdis PUTR Sulsel Edy Rahmat di Rumah Makan Nelayan. Setelah Edy Rahmat masuk ke dalam mobil Anggu, mereka kemudian bergerak menuju Taman Macan diikuti mobil Edy Rahmat dari belakang.

“Kemudian mobil jalan ke Jalan Lamadukelleng, terus saya singgah dekat Taman (Macan), baru saya disuruh kasih pindah koper itu (berisi uang) ke mobil Pak Edy,” kata Nuryadi.

Setelah Nuryadi menaruh koper berisi uang ke mobil Edy Rahmat, Eddy Rahmat lantas turun dari mobil Anggu dan pindah ke mobilnya. Sementara itu, Nuryadi langsung kembali mengantar Anggu ke rumahnya di Jalan Boulevard, Makassar, dan selanjutnya bergerak menuju Kabupaten Jeneponto. (Ip)

Comment