by

Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Luwu Utara Terus Menurun 5 Tahun Terakhir

Ilustrasi pertanian

Smartcitymakassar.com – Lutra. Sebagian besar atau sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel bermata pencaharian sebagai petani.

Adapun lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel, terus menurun 5 Tahun terakhir.

‘FooterBanner’


Diketahui, besarnya peranan berbagai lapangan usaha ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa sangat menentukan struktur ekonomi suatu daerah. Struktur ekonomi yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh setiap lapangan usaha menggambarkan seberapa besar ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari setiap lapangan usaha.

Bagaimana Struktur Perekonomian Luwu Utara 5 Tahun Terakhir?

Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi, selama lima tahun terakhir (2016-2020) struktur perekonomian Luwu Utara didominasi oleh 4 (empat) kategori lapangan usaha yakni: (1)Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; (2) Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran; (3) Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor; dan (4) Jasa Pendidikan.

Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Luwu Utara sejak dulu hingga tahun 2020 lalu, dihasilkan oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu mencapai 47,02 persen (angka ini menurun dari 47,21 persen di tahun 2019).

Bahkan berdasarkan distribusi persentase produk domestik regional bruto (PDRB) Luwu Utara atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terus menurun:

-Pada tahun 2016 sebesar 51,88%

-Pada tahun 2017 sebesar 50,31%

-Pada tahun 2018 sebesar 50,09%

-Pada tahun 2019 sebesar 47,21%

-Pada tahun 2016 sebesar 47,02%

Salah satu penyebab menurunnya

peranan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan adalah berkurangnya luas lahan pada lapangan usaha tersebut. Lambatnya kenaikan harga produk lapangan usaha tersebut dibandingkan produk lain juga menjadi penyebab turunnya peranan lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator makro untuk melihat kinerja perekonomian secara riil di suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu setahun.

BACA JUGA:  Update Mingguan: 5 Kab/Kota Kini Zona Merah di Sulsel

Berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB Luwu Utara pada tahun 2020 menurun. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya total produksi dari seluruh lapangan usaha yang sudah bebas dari pengaruh inflasi.

Bahkan, laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan 2010 Luwu Utara Menurut Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, lima tahun terakhir juga menurun:

-Pada tahun 2016 sebesar 7,27%

-Pada tahun 2017 sebesar 4,65%

-Pada tahun 2018 sebesar 8,02%

-Pada tahun 2019 sebesar 2,30%

-Pada tahun 2016 sebesar -2,21%

Nilai PDRB Luwu Utara atas dasar harga konstan 2010, mencapai 8,17 triliun rupiah. Angka tersebut turun dari 8,22 triliun rupiah pada tahun 2019. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,59 persen.

Apa yang Dimaksud dengan PDRB?

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik suatu negara yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen. Penyusunan PDRB dapat dilakukan melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan produksi, pengeluaran, dan pendapatan yang disajikan atas dasar harga berlaku dan harga konstan.

PDRB atas dasar harga berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun berdasarkan harga yang berlaku pada periode penghitungan, dan bertujuan untuk melihat struktur perekonomian. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan disusun berdasarkan harga pada tahun dasar dan bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. (Ip)

Comment