by

Mantan Sekdis PUTR Sulsel Sebut Mau Bayar Rp.337 Juta BPK Agar Audit Aman

Mantan Sekdis PUTR Sulsel Sebut Mau Bayar Rp.337 Juta BPK Agar Audit Aman

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sidang kelima terdakwa Agung Sucipto alias Anggu (kontraktor) dalam kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (10/6/2021), menghadirkan saksi mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (Sekdis PUTR) Sulawesi Selatan (Sulsel) Edy Rahmat, di Pengadilan Tipikor Negeri Makassar, Kamis (17/6/2021).

Dalam persidangan Edy secara mengejutkan mengaku menerima uang Rp 337 juta dari kontraktor lainnya yang bernama Andi Kemal. Uang itu rencananya untuk mengamankan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

‘FooterBanner’


Hakim lantas mempertanyakan seluk-beluk duit Rp 337 juta tersebut kepada Edy.

“Apakah itu perintah Gubernur juga, atau siapa?” ujar Hakim Ketua Ibrahim Palino kepada Edy.

“Itu bukan Gubernur Pak. Bukan Pak, BPK Pak,” jawab Edy.

Edy kemudian menjelaskan bahwa dirinya pernah bertemu dengan orang BPK bernama Gilang. Pertemuan itu mengungkap adanya temuan dalam proyek jalan di Kabupaten Pinrang yang dikerjakan oleh kontraktor Andi Kemal. Uang Rp 337 juta tersebut lantas disebut Edy untuk mengamankan temuan BPK tersebut.

BACA JUGA:  Tinjau Vaksinasi Massal Polda Sulsel Tahap Ke II , Kapolda Sulsel Optimis Target 63.900 Dosis Terpenuhi

“Menerima untuk pembayaran temuan 1 persen, jadi saya serahkan lagi ke BPK,” ungkap Edy.

Edy mengaku dirinya belum sempat memberikan uang itu ke BPK karena telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Mendengar penjelasan itu, hakim lantas menilai Edy yang begitu lancang mengurus urusan tersebut tanpa dikoordinasikan ke pimpinan selevel Kepala Dinas, Sekretaris Daerah, hingga ke Gubernur Sulsel.

“Ini kan lintas sektoral, mengapa saudara berani-berani menerima uang itu,” cecar hakim.

Soal pertanyaan hakim itu, Edy berdalih dia hanya menerima untuk diserahkan ke BPK. Bukan untuk pribadinya sendiri. (Ip)

Comment