by

Pembangunan Liponsos Solusi Tangani Anjal di Makassar, M Yunus: Lahan Harus Bersertifikat

Anggota komisi B DPRD Kota Makassar, M. Yunus.(ist)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pembangunan Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) mendapat dukungan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

Sebelumnya, Plt Dinas Sosial Kota Makassar, Asvira Anwar Kuba berharap agar dewan bisa mengajukan rencana pembangunan liponsos ke Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

‘FooterBanner’


Keinginan Dinsos membangun Liponsos bertujuan agar bisa melakukan pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan pengamen. Akan tetapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum mengalokasikan anggaran untuk pembangunannya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, M. Yunus menyampaikan bahwa Komisi B mendukung keinginan Dinsos untuk membangun Liponsos. Hanya saja, kata dia, harus menyiapkan tempat untuk membangun.

“Harusnya ada lahan, kalau anggaran no’ problem. Sebenarnya tidak ada masalah baik lahan dan anggaran. Kami selaku badan anggaran kita mendukung”, jelas legislator fraksi Hanura Makassar ini kepada awak media. Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut, Yunus menyebutkan, Pemkot Makassar telah menganggarkan Liponsos sebesar Rp. 12 Miliar, namun anggaran itu ditolak karena tidak memiliki lahan.

BACA JUGA:  Pakar Tegaskan Saat Ini Masyarakat Lagi Stres, Pemerintah Jangan Mengedepankan Formalitas

“Buktinya sudah dianggarkan 12 miliar cuman karena tidak ada lahanya maka itu kembalikan lagi”, bebernya.

Selain itu, Yunus menjelaskan, lahan untuk membangunan Liponsos juga harus memiliki sertifikat. Pasalnya, saat ini banyak lahan Pemkot Makassar yang belum disertifikatkan, dan telah berpindah tangan.

“Makanya itu sekarang ini lahan dulu dipersiapkan perlu kita sertifikatkan karena banyak lahan fasum pemerintah kota yang harus disertifikatkan kalau tidak, diambil orang. Dan itu cukup banyak tanah kita hanya karena hak alasnya yang tidak ada”, tegasnya.

“Tentu kita tidak bisa berikan bantuan atau membangun sesuatu bangunan di atas lahan yang tidak mempunya alas hak”, tutup Yunus.(As)

Comment