by

Peta Zonasi Covid-19 Semakin Membaik di Sulsel, Ini Refleksi kasus Corona Sejak Januari 2020 Hingga Kini

Peta Zonasi Covid-19 Semakin Membaik di Sulsel, Ini Refleksi kasus Corona Sejak Januari 2020 Hingga Kini

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sejak wabah atau pandemi Corona Virus Deseases 2019 (COVID-19) melanda Indonesia sekitar Januari 2020 lalu, tepat pada Kamis (19/3/2020) pemerintah melalui Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta Timur mengumumkan kasus pertama virus COVID-19 masuk di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua orang di Sulsel tepatnya di Kota Makassar dinyatakan positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Ini menjadi kasus pertama di Sulsel.

Usai pengumuman oleh pemerintah, Gubernur Sulawesi Selatan kala itu, Nurdin Abdullah pada hari yang sama melakukan konferensi pers di kediaman pribadinya di Perumahan Dosen Unhas, Tamalanrea untuk menjelaskan terkait kasus pertama di Sulsel. Nurdin mengatakan dari dua warga yang menjalani isolasi yang diduga menderita COVID-19, ada satu diantaranya dilaporkan sudah meninggal dunia, sejak empat hari lalu, tepat pada Ahad (15/3/2020). “Pasien yang meninggal itu diidentifikasi dengan COVID 285. Dia baru saja pulang umrah. Sepekan kemudian mengalami diare dan batuk,” katanya.

‘FooterBanner’


Penambahan kasus COVID-19 pun dari Kota Makassar merambah ke 24 kabupaten/kota di Sulsel, hingga hitungan dari puluhan menjadi ratusan dan puluhan ribu. Berdasarkan data Sulsel Tanggap COVID-19 pada 26 Desember 2020, sebanyak 28.863 terkonfirmasi positif COVID-19, pasien sembuh 23.291 orang dan meninggal 575 orang.

Program wisata COVID-19

Menyikapi pandemi COVID-19 yang semakin parah penyebarannya, Pemprov Sulsel membuat program duta wisata COVID-19 untuk pasien yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun kasusnya yang relatif ringan. Hal itu dimaksudkan agar rumah sakit yang khusus menangani pasien terkonfirmasi COVID-19 tidak penuh. Program Wisata COVID-19 ini merupakan bentuk kerja sama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sejumlah hotel untuk menerapkan isolasi mandiri.

Penghujun 2020 Kasus Makin Parah

Namun hingga memasuki penghujung 2020 tak ada perubahan kondisi penyebaran corona di Sulsel. Bahkan justru semakin parah, terbukti dari peta zonasi risiko COVID-19 per 20 Desember 2020 menunjukkan tidak ada lagi zona hijau di Sulsel. Pemicunya dianggap karena tengah berlangsungnya Pilkada serentak 2020 lalu.

Adapun Makassar diketahui penyumbang terbanyak kasus corona di Sulsel. Tercatat pada September 2020 lalu, Makassar salah satu dari 70 daerah zona merah di Indonesia. 6 Kecamatan di Makassar pun menjadi fokus utama.

BACA JUGA:  Prihatin Banyak Masyarakat Terjerat Pinjol Ilegal, Ini Kata Jokowi

Selanjutnya, guna menekan jumlah kasus harian COVID-19 di Makassar saat penghujung tahun 2020 lalu yang hampir menembus angka 400 kasus, atau dua kali lipat dari kondisi sebelumnya, maka Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 03.02/431/S.Edar/Kesbangpol/XII/2020 terkait, pelaksanaan kegiatan masyarakat dalam menyambut perayaan Natal dan tahun baru (Nataru). SE ini sekaligus menindaklanjuti Peraturan Walikota Makassaar Nomor, 51 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penerapan hukum Protokol Kesehatan. Sejumlah tempat wisata, nongkrong dan tempat berkumpul ditutup sejak 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021. Pemberlakuan jam malam hingga batas waktu pukul 19.00 Wita saja untuk operasional kegiatan usaha seperti mall, toko, cafe dan lain-lain, juga menjadi kebijakan Pemkot Makassar yang patut dikawal. Pelarangan berkumpul dan perayaan Nataru dengan petasan juga tidak diperbolehkan.

Peta Sebaran Corona Juni 2021

Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani berharap, masyarakat Sulsel bisa mempertahankan zona oranye dan hijau ini. Tentunya dengan mengurangi kegiatan yang bersentuhan langsung, serta harus mematuhi protokol kesehatan.

“Yang menggembirakan kita (Sulsel) tingkat kesembuhan itu 90 sekian persen. Jadi hampir pasti tidak ada yang meningkat,” tuturnya, usai mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi PPKM, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin malam, (14 /6/2021).

Saat ini, Berdasarkan Data per 6 Juni 2021 dari covid19.go.id (diperbaharui perminggu), adapun dari 24 Kab/Kota di Sulsel 21 kab/kota dengan tingkat ‘resiko rendah’. Sementara itu tiga lainnya yakni Sinjai, Pangkep dan Makassar dengan tingkat ‘resiko sedang’.

Adapun Sulsel Update 13 Juni 2021 berada pada peringkat ke 7 Nasional. Padahal seperti diketahui Sulsel pernah peringkat ke 3 terbanyak kasus corona di Indonesia.

Sebagai informasi, selang sebulan sejak pelantikan pada Februari 2031 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Fatmawati Rusdi, langsung tancap gas meluncurkan program ‘Makassar Recover’. Program tersebut dibuat untuk penanggulangan COVID-19 di Makassar. Program Makassar Recover ini ada tiga sub program, yakni penguatan imunitas, adaptasi sosial dan pemulihan ekonomi. (Ip)

Comment