by

Keterangan Selalu Berubah, NA Dicecar Pertanyaan Oleh Hakim

Nurdin Abdullah

Smartcitymakassar.com – Makassar. Lanjutan persidangan terdakwa Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (10/6/2021) menghadirkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) sebagai saksi secara virtual.

Pada sidang ini terungkap ternyata NA kerap mengubah keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021, yang menjerat NA, Agung Sucipto dan Edy Rahmat menjadi tersangka.

‘FooterBanner’


Selalu berubahnya BAP NA pun dipertanyakan Hakim ketua, Ibrahim Palino.

“Ada keterangan saudara nomor 12 bahwa terdakwa pernah berikan uang 200 ribu dolar Singapura. Kemudian saudara ralat menjadi 150 ribu Singapura dolar,” ujar Ibrahim saat membacakan BAP NA.

Ibrahim kemudian membacakan keterangan NA yang lain yang berubah. Salah satunya adalah pengakuan NA pernah menerima uang dari Anggu untuk keperluan serangan fajar di Pilkada Bulukumba 2020. Namun keterangan itu kembali berubah dalam BAP NA.

“Bahwa sekitar 2019 saudara Anggu pernah berikan sejumlah uang yang saya tidak ingat jumlahnya untuk keperluan serangan fajar. Ini kalau betul serangan fajar, ini aspek hukum yang lain, istilahnya money politic. Kemudian saudara ubah itu sekitar 2020 dengan (keterangan) memberikan sejumlah uang langsung kepada paslon Karaeng Lompo untuk keperluan logistik (Pilkada) di Kabupaten Bulukumba,” ujar Ibrahim.

Ibrahim kemudian mengaku heran mengapa NA kerap mengubah keterangannya dalam BAP. Dia meminta NA memberikan penjelasan soal hal tersebut.

“Yang saya mau tanyakan, saudara saksi, karena ini cukup mendasar perubahan itu, bagaimana kok bisa ada perubahan?” tanya Ibrahim.

NA kemudian menjawab bahwa dirinya sedang kurang sehat saat memberikan keterangan. Keterangan itu diubah saat pemeriksaan selanjutnya.

BACA JUGA:  Pendemo PT. Tiran Mineral Minta Maaf

“Saat itu saya tidak tidur dan pada saat ditanyakan, saya baca kembali, saat itu juga saya minta diubah karena tidak seperti itu,” jawab NA.

Namun Hakim Ibrahim mengaku tetap merasa heran. Alasannya, pernyataan dalam BAP NA itu berubah secara drastis.

“Ini kan awalnya (dari keterangan) menerima uang menjadi tidak. Menerima uang itu bagian C. Kemudian yang kedua ini digunakan serangan fajar kemudian berubah, walaupun ini diperhalus barangkali untuk men-support Karaeng Lompo (salah satu kandidat),” ujar Ibrahim.

“Ini perbedaan substansial, beda kalau perubahan sedikit, ini boleh dikatakan agak total juga,” lanjut Ibrahim.

NA kemudian menjawab dan mengatakan hal itu bisa ditanyakan ke Agung Sucipto sebagai terdakwa.

“Mungkin terdakwa lebih pantas menjelaskan yang mulia. Karena jujur saja saat itu dalam kondisi tidak stabil memberikan penjelasan ya kebetulan kondisi kesehatan saya tidak terlalu fit,” jawab NA.

Lebih lanjut, Ibrahim menanyakan apakah kondisi kesehatan NA tak ditanyakan oleh penyidik KPK sebelum dimintai keterangan saat itu.

“Di ruang persidangan ini, sudah diatur dalam ketentuan KUHP, bahwa seorang itu diperiksa saksi, pasti kita tanyakan lebih awal apakah saudara sehat jasmani rohani, baru kita periksa. Nah apakah saat itu tidak di tanyakan ke saudara?,” tanya Ibrahim.

NA pun mengaku kondisi kesehatannya ditanyakan oleh penyidik KPK sebelum pemeriksaan dimulai. Namun, katanya, kondisinya menjadi tidak stabil saat pemeriksaan berlangsung.

“Jadi itu ditanyakan, apakah ada yang mau dirubah, saya keberatan, tapi jujur saja tidak ada uang diberikan kepada saya untuk serangan fajar dan itu langsung terdakwa berhubungan langsung dengan paslon,” pungkas NA. (Ip)

Comment