by

Dugaan Proyek Mangkrak Program Renovasi Kementerian PUPR di Luwu Utara

Dugaan Proyek Mangkrak Program Renovasi Kementerian PUPR di Luwu Utara

Smartcitymakassar.com – Lutra. Proyek mangkrak kembali diduga terjadi di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulsel. Kali ini proyek renovasi Sekolah Dasar di Dusun Lengkong, Kecamatan Seko. Bahkan berdasarkan video pengakuan tukang tidak digaji dan kontraktor lari.

Hal ini terungkap setelah beredarnya sebuah postingan di Group group Facebook di Lutra.

‘FooterBanner’


“Proyek mangkrak bangunan sekolah dasar di desa taloto dusun lengkong kecamatan seko dengan anggaran yg begitu fantastis 2,8Milyar lebih & gaji buruh sebagian tidak dibayar, kontraktornya pun hilang entah kemana. Apakah ini harus dibiarkan.

Salah satu masyarakat diatas an/pak togeng selaku buruh sampai detik ini belum juga dibayar.🙈🙈

#Proyek_Mangkrak

#SDN_067_LENGKONG_SEKO,” tulis Jalaluddin Rumi di Facebook, yang dikutip Sabtu (5/6/2021).

https://www.facebook.com/groups/491651558180347/permalink/758653521480148

Apakah itu program rehabilitasi dan renovasi sekolah?

Dikutip dari siaran pers Kementerian PUPR, Oktober 2020 lalu menjelaskan, sejak tahun 2019 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan tugas tambahan untuk melakukan rehabilitasi dan renovasi sekolah, madrasah, perguruan tinggi, pasar dan membangun sarana prasarana olahraga. Tercatat rehabilitasi sekolah yang telah ditangani hingga September 2020 mencapai 2.247 Sekolah dan 334 Madrasah yang sebanyak 780 unit sekolah (SD, SMP dan SMU) dan 192 unit madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) dilaksanakan TA 2020 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi fasilitas pendidikan merupakan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PUPR untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi 10.453 sekolah, 1000 madrasah, dan lanjutan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 41 PTN serta KDP 8 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Rehabilitasi sekolah dan madrasah bertujuan untuk mendukung fokus Pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Apakah itu proyek SDN 067 Lengkong?

Berdasarkan pemberitaan yang lalu dikutip dari media nasional, SDN 067 Lengkong merupakan salah satu Sekolah yang mendapatkan program Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana dari Kementerian PUPR. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara, Jasrum, usai pertemuan Satker Kementerian PUPR Pendidikan dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Kamis (11/6/2020) lalu.

BACA JUGA:  Pimpin Sidang Parade, Danrem 174 Merauke Tegaskan Seleksi Calon Taruna Itu Gratis

“Jika tahun kemarin kita dapat 9 sekolah yang direnovasi, maka tahun ini 13 sekolah diantaranya; UPT SDN 077 Pewaneang, UPT SDN 070 Bana, UPT SDN 076 Amballong, UPT SDN 084 Malimongan, UPT SDN 069 Padang Balua, UPT SDN 068 Parahaleang, UPT SDN 064 Eno, UPT SDN 067 Lengkong, UPT SDN 085 Rantedanga, UPT SMPN 5 Seko, UPT SMPN 2 Seko, UPT SDN 084 Sipulung, dan UPT SDN Dodolo Rampi,” papar Jasrum.

Masih dalam pemberitaan yang sama, Jodie Prayogo selaku Pelaksana Teknis Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Sulsel, pihaknya akan bekerja keras, cepat, dan tepat.

“Hari ini kami bertemu sekaligus pamit pada ibu bupati, sebab besok kami akan ke Seko untuk memulai kegiatan dengan prinsip kerja keras, cepat, dan tepat bersama PT. Hagitasinar Lestari Megah sebagai pelaksana dengan jangka waktu 270 hari kalender. Program rehabilitasi dan renovasi ini bersumber dari APBN T.A 2020 dengan nilai Rp.34,2 Miliyar,” terang Jodie.

Berdasarkan LPSE

Dikutip dari LPSE Kementerian PUPR yang di update 04 Oktober 2019, menyebutkan tender ‘Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Prasarana Sekolah Kab. Luwu Utara 1’ telah ditentukan pemenangnya seperti gambar dibawah ini:

Redaksi masih terus berusaha untuk meminta konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan Luwu Utara

Sebagai informasi, menurut sumber yang tak mau namanya disebutkan, SMP 1 Rampi juga mangkrak hingga kini. (Ip)

Berikut video seorang tukang yang mengaku belum dibayar:

‘PostBanner’

Comment