by

Ajudan Akui Bantuan Covid-19 Dia Berikan kepada Kerabat NA

Nurdin Abdullah

Smartcitymakassar.com – Makassar. Hari ini, Kamis (3/6/2021) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, sidang lanjutan terdakwa Agung Sucipto selaku penyuap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (NA) kembali digelar. Sidang sebelumnya diketahui pada Kamis (27/5/2021) yang juga bertempat di Ruang Sidang Utama, Prof Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Pada sidang hari ini, diagendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum KPK. Adapun saksi ada lima yakni Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Dinas PU Pemerintah Provinsi Sulsel, Rudy Djamaluddin, mantan Kabid Bina Marga Dinas PUTR Edy Jaya Putra, mantan Adc Gubernur Sulsel nonaktif Muhammad Salman Natsir dan Syamsul Bahri.

‘FooterBanner’


Adapun sidang dipimpin oleh Hakin Ketua Ibrahim Palino, didampingi dua Hakim Anggota, yaitu M. Yusuf Karim, dan Arif Agus Nindito.

Pada kesempatan sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Muhammad Asri Irwan mengungkap fakta lain di persidangan. Ia mengungkap ada dana penanganan COVID-19 yang mengalir ke kerabat hingga staf khusus NA.

“Untuk dana bantuan COVID-19 dari Provinsi, mohon izin Yang Mulia (hakim), kami tanya karena berhubungan dengan barang bukti, Ikbal Fachruddin, ini kah yang dibagi bantuan-bantuan, Carolita Anggara, Nurhidayah, Sri Wahyuni Nurdin, Ibu Metty Anggota DPRD, Pak Salman, Veronica, Nikita, Bapak Rudi, Vian, ini bukan keluarga-keluarga Pak Nurdin Abdullah?” tanya Jaksa Asri kepada saksi Salman di sidang terdakwa Agung Sucipto.

Terkait nama-nama penerima aliran dana COVID-19 yang ditanyakan Jaksa KPK kepadanya, Salman membenarkan nama-nama tersebut. Dia mengungkap nama-nama itu ada dalam sebuah catatan miliknya, yakni berupa dalam bentuk bukti tanda terima yang sengaja dibuat.

“Mohon izin Pak, jadi bukti tanda terima itu hanya saya buat untuk dokumen pribadi saya sebagai bahan laporan kalau ditanya,” kata Salman menjawab pertanyaan Jaksa KPK.

BACA JUGA:  Pendemo PT. Tiran Mineral Minta Maaf

Jaksa KPK Asri lalu kembali bertanya ke Salman soal fakta sebenarnya dari aliran dana COVID-19 tersebut ke nama-nama yang disebutkan. “Faktanya?” tanya jaksa ke Salman.

“Memang sebenarnya barang ini ada Pak untuk sosial, untuk siapa yang membutuhkan,” jawab Salman.

Mendengar jawaban Salman, Jaksa Asri lalu kembali mengkonfrontir Salman dengan pertanyaan.

“Iya, ini kan dibuat sebagai bahan pertanggungjawaban, faktanya ada nggak untuk orang-orang ini?” tanya jaksa lagi.

Salman memastikan nama-nama itu benar adanya menerima dana bantuan COVID. Tapi dia tidak tahu ke mana dana bantuan itu disebar.

“Ada Pak. Cuma mungkin mereka-mereka (nama-nama yang disebutkan) ini yang datang ke saya penyalurannya ke siapa, saya tidak tahu,” jelas Salman.

“Tapi memang sampai (dana bantuan COVID-19 diberikan ke nama-nama yang disebut kan)?” tanya Jaksa.

“Siap, sampai,” jawab Salman.

Sebagai informasi, setelah persidangan, jaksa KPK Siswandono kembali menjelaskan perihal bantuan COVID-19 tersebut. Dia mengungkap perlu dicari tahu lebih lanjut apakah bantuan tersebut kembali disalurkan ke pihak yang membutuhkan atau justru digunakan secara pribadi oleh para kerabat Gubernur.

“Iya. Jadi itu bentuk obat ya, itu ternyata diberikan kepada kerabat Gubernur. Apakah kemudian dari kerabat Gubernur didistribusikan lagi, nah itu yang kita nggak tahu nih,” kata Siswandono kepada wartawan.

Siswandono mengatakan, sesuai pengakuan Salman, bantuan tersebut kembali didistribusikan oleh para kerabat gubernur. Tapi untuk nilai bantuan tersebut Siswandono mengaku tak mengetahui lebih rinci. (Ip)

‘PostBanner’

Comment