by

Kembali Dipanggil KPK, Andi Sudirman: Saya Sempat Ditanya Soal Sejumlah Proyek Siluman

Andi Sudirman Sulaiman

Smartcitymakassar.com – Setelah sebelumnya pada Selasa (23/3/2021) telah hadir sebagai saksi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (2/6/2021) hari ini kembali memanggil Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjadikan Gubernur non aktif Sulsel Nurdin Abdullah menjadi tersangka.

Andi Sudirman pun memenuhi panggilan tersebut. Adapun pemanggilan itu terkait kasus dugaan perkara TPK Suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

‘FooterBanner’


Usai pemeriksaan, Andi Sudirman menjelaskan, dirinya sempat ditanya terkait sejumlah proyek siluman yang ada di lingkup Pemprov yang selama ini sempat menjadi sorotan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

BACA JUGA:  Peta Zonasi Covid-19 Semakin Membaik di Sulsel, Ini Refleksi kasus Corona Sejak Januari 2020 Hingga Kini

“Saya juga ditanya terkait proyek yang saya hentikan karena tidak ada DPA dalam APBD Pokok. Saya jelaskan bahwa itu sudah sesuai,” jelasnya.

Kemudian Andi Sudirman menyampaikan akan menghormati segala proses hukum yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selebihnya itu kewenangan penyidik KPK untuk menjelaskan. Kita menghormati proses ini,” katanya.

Andi Sudirman mengatakan inti pemanggilan dirinya yang kedua kalinya merupakan pemeriksaan sebagai saksi untuk memberikan keterangan tambahan.

Sebagai informasi, selain itu, KPK pada Rabu hari ini juga memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Nurdin, yaitu wiraswasta M Fathul Fauzy Nurdin yang juga anak dari Nurdin Abdullah, Meikewati Bunadi selaku ibu rumah tangga, dan wiraswasta Yusuf Tyos. (Ip)

‘PostBanner’

Comment