by

TPA Antang Bakal Terima Bantuan Pemerintah Pusat

Keterangan: Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mendampingi Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves RI, Basilio Diaz Arauzo, meninjau Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa Antang, Senin (24/5/2021) / foto: ist.

Smartcitymakassar.com, Makassar. Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mendampingi Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves RI, Basilio Diaz Arauzo, meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Senin (24/5/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Basilio Diaz Arauzo melihat langsung kondisi terkini TPA Tamangapa secara detail.

‘FooterBanner’


Usai peninjauan, Deputi Basilio mengatakan bahwa saat ini TPA Tamangapa termasuk dalam 12 kota di indonesia yang dianggap darurat sampah dan layak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden No 35 TPA Antang ini termasuk dalam kategori darurat sampah, oleh karena itu pemerintah pusat akan membantu pemerintah daerah termasuk TPA Tamangapa Kota Makassar,” ucapnya.

Deputi menambahkan, pemerintah akan mencoba menyelesaikan masalah persampahan yang ada di daerah dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat,

“Artinya, termasuk bantuan-bantuan pembiayaan kalau seandainya pendapatan daerahnya kurang untuk membiayai pengolahan sampahnya, maka pemerintah pusat akan membantu,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, wali kota Danny Pomanto mengatakan bahwa TPA Tamangapa termasuk dari 24 program strategisnya yang masuk dalam daftar penataan total.

BACA JUGA:  Didukung Sandiaga, Pemkot Makassar Bakal Gelar Kembali F8

“Jelas diantara 24 program strategis, salah satunya adalah penataan total persampahan. Kategori dalam Perpres tadi yang diterangkan oleh Pak Deputi, bahwa kita salah satu prioritas. Karena kita termasuk darurat sampah,” ucap Danny.

“Dengan persyaratan di atas seribu ton per hari, data yang saya terima bahwa tiap hari sampai yang masuk di sini adalah seribu dua ratus, tepatnya dalam penelitian seribu seratus tiga puluh lima ton per hari,” sambungnya.

Konsep persampahan pada saat periode pertamanya memimpin kota Makassar, sebut Danny, sudah mulai dijalankan namun kembali konsep tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Dua tahun ini kita melihat ada penurunan kualitas di TPA. Kami perlihatkan tadi kepada deputi termasuk beberapa sistem jenis sampah yang akan dimasukkan di dalam pabrik energi sampah ini. Saya ingin jadi kick off artinya awal kita menata sampah,” tutup Danny.** (Ib)

Comment