by

Produksi Beras Lutra Terus Menurun 3 Tahun Terakhir, Ini Daerah Penghasil Beras di Sulsel

Hasil panen petani (ilustrasi)

Smartcitymakassar.com – Lutra. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama ini memang diketahui sebagai daerah lumbung padi di Indonesia,dan menjadi daerah penopang beras di Indonesia.

Berdasarkan data BPS yang dirils pada Rabu (24/5/2021) kemarin, pada Tahun 2020 lalu, komsumsi beras Sulsel sebesar 964.763,67 Ton. Sementara produksi beras pada tahun 2020 Sulsel sebesar

‘FooterBanner’


2. 687 970,06 Ton. Hal ini menandakan surplus beras di Sulsel masih terjaga dan terus bisa memasok ke daerah daerah lainnya di Indonesia.

Kabupaten Bone, Sulsel masih tertinggi produksi berasnya di Sulsel dengan angka produksi pada tahun 2020 sebesar 440. 404,04 Ton. Disusul Wajo kedua, Pinrang ketiga, Sidrap keempat, Soppeng kelima, Luwu keenam, Gowa ketujuh, Luwu Timur kedelapan, Maros kesembilan, Bulukumba kesepuluh dan Luwu Utara kesebelas.

Sementara pada tahun 2019, produksi beras menurut Kab/Kota di Sulsel, Bone kembali berada pada peringkat pertama terbesar produksi berasnya. Disusul Wajo kedua, Pinrang ketiga, Sidrap keempat, Luwu kelima, Soppeng keenam, Gowa ketujuh, Luwu Timur kedelapan, Maros kesembilan, Bulukumba kesepuluh dan Luwu Utara kesebelas.

BACA JUGA:  Ada Mahar Irigasi Sinjai, Terungkap Dipersidangan Anggu Juga Jadi Broker Proyek

Lebih lanjut pada tahun 2018, Bone juga berada pada peringkat pertama terbesar produksi berasnya. Disusul Wajo kedua, Pinrang ketiga, Sidrap keempat, Soppeng kelima, Luwu keenam, Gowa ketujuh, Luwu Timur kedelapan, Bulukumba kesembilan, Jeneponto kesepuluh, Maros kesebelas, dan Luwu Utara keduabelas.

*Kabupaten Luwu Utara (Lutra)

Khusus untuk Lutra, meski tetap surplus, pada tiga tahun terakhir produksi berasnya terus menurun dimana:

– Tahun 2020

Komsumsi; 34.265,16 Ton

Produksi; 91.582,17 Ton

– Tahun 2019

Komsumsi; 33. 908,02 Ton

Produksi; 104. 317,91 Ton

– Tahun 2018

Komsumsi; 33. 605,55 Ton

Produksi; 113. 872,50 Ton

Adapun Lutra jika dibandingkan Kabupaten Luwu dan Luwu Timur, produksi berasnya selalu terendah. (Ip)

‘PostBanner’

Comment