by

Jeruk Selayar, Akankah Kembali Berjaya?

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selayar adalah salah satu kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan. Terletak di ujung Selatan pulau Sulawesi dengan luas daratan 12,91% memanjang dari Utara ke Selatan. Sementara luas lautan 87,09% terdiri dari gugusan pulau hingga membentuk wilayah kepulauan.

Panorama alam Kepulauan Selayar sangat menawan dan eksotis. Pasir putih terhampar di bibir pantai, memantulkan cahaya indah bagai intan permadani. Jejeran pohon kelapa di sepanjang jalan, meliuk-liuk kala sang bayu berembus kencang. Ombak pun ikut berdendang, menceritakan harmoni kesejukan.

‘FooterBanner’


Pemandangan alam yang elok dan hasil kekayaan yang melimpah, membuat Kepulauan Selayar dijuluki sebagai “Mutiara dari Selatan.” Istimewanya lagi, menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi pelancong domestik maupun manca negara.

Dulu, wilayah yang juga dijuluki “Tanadoang” pernah berkiprah di panggung nasional dengan komoditas unggul Jeruk Keprok Varietas Selayar atau biasa disebut Munte China.

Buah ini mempunyai cita rasa spesifik. Aromanya harum dan cita rasanya manis segar berpadu dengan rasa asam. Tekstur daging padat dan karakter kulit yang mudah terpisah dari bagian dalam jeruk.

Pada tahun 2018 lalu, kala itu Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah berjanji akan mengembalikan kejayaan Jeruk Selayar.

“Jeruk Selayar ini luar biasa terkenalnya, olehnya itu harus dikembangkan bersama. Kita harus hadirkan ahlinya. Mari kita bersama-sama untuk bersinergi membangun kabupaten Kepulauan Selayar dan mengembalikan kejayaan Jeruk Selayar,” beber Nurdin Abdullah saat memberi sambutan di peringatan Hari Jadi Selayar ke-413 di lapangan Pemuda Benteng, Selayar.

Harapan Gubernur Sulsel beberapa tahun lalu itu, kembali diingatkan oleh tokoh masyarakat Kepulauan Selayar, H. M. Ali Gandong saat awak media SmartCity Makassar berbincang dengannya.

BACA JUGA:  Direktur Sekolah Islam Athirah Apresiasi Wisuda Ala Drive Thru SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga

“Sebagai masyarakat Selayar, kami berharap banyak kepada Pemprov Sulsel. Agar program yang pernah dicanangkan untuk kejayaan Jeruk Selayar semakin digenjot,” pesan Bapak Haji, sapaan akrab H. M. Ali Gandong.

Sekitaran tahun 70-80an, produksi Jeruk Selayar sangat melimpah dan harga yang kompetitif. Masyarakat Selayar kala itu menikmatinya. Mereka dapat menghidupi keluarganya dari hasil produksi jeruk. Bahkan, dapat menyekolahkan anak-anaknya di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.     

Sangat disayangkan, kejayaan Jeruk Selayar lambat laun mulai hilang, ditandai dengan penurunan luas pertanaman, produksi, dan produktivitas. Penyebabnya, di samping masalah hama, juga persoalan benih, pupuk, bibit, sumber air, hingga teknologi tepat guna.

“Berbagai kendala itu, telah diketahui. Setahu saya, Pak Gubernur Nurdin sudah membuat blue print untuk meningkatkan produksi Jeruk ini. Apalagi di tahun 2020 lalu, beliau menyerahkan bantuan Cultivator kepada puluhan petani untuk mendukung kegiatan pengembangan kawasan Jeruk Selayar,” urainya.

Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar, sudah menetapkan lokasi penanaman di beberapa kecamatan. Misalnya di Bontomatene, Bontomanai, Buki dan Bontosikuyu. 

Lanjut Bapak Haji, agar semua pihak bahu-membahu untuk mewujudkan program ini dan disokong sepenuhnya oleh pihak terkait. Kejayaan Jeruk Selayar akan memberikan multiplier effect bagi Pemkab, Pemprov, dan masyarakat Selayar sendiri.

“Semoga Plt Gubernur Sulsel, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, bisa menggenjot kembali program Kejayaan Jeruk Selayar ini,” tutup H. M. Ali Gandong yang juga besan dari Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin**(RM)

‘PostBanner’

Comment