by

Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Ratusan Trilliun, Novel Baswedan: Terjadi di seluruh Daerah di Indonesia

Novel Baswedan

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali buka suara soal dugaan kasus korupsi di Indonesia. Ia mengungkapkan dugaan kasus korupsi korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang nilainya mencapai ratusan triliun. Namun ia belum bisa memastikan lantaran perlu penelitian kasus ini lebih lanjut.

Novel mengatakan kasus bansos covid-19 di mana KPK melakukan operasi tangkap tangan hanya untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kasus ini sudah masuk ke sidang.

‘FooterBanner’


Namun, lanjut Novel mengatakan, kasus serupa juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia dengan pola yang sama sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut.

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh. Kasus ini nilainya puluhan triliun. Bahkan saya rasa seratus triliun nilai proyeknya dan ini korupsi terbesar yang saya pernah perhatikan,” kata Novel kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Novel melihat ada kesamaan pola-pola korupsi bansos di daerah yang sama dengan DKI Jakarta dan sekitarnya. Ia menilai kasus bansos harus terus ditindaklanjuti.

“Ini kasus yang mesti diteliti lebih jauh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Terkait isu pemberhentian 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat suara. Menurut Presiden hasil tes tersebut juga hendaknya tidak serta-merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus tes.

BACA JUGA:  Polri Tangkap 5 Tersangka Pinjaman Online Ilegal "Rp Cepat"

Menurut Presiden, 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu maupun institusi KPK.

Hal tersebut disampaikan Jokowi secara resmi melalui video yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden – Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (17/5/2021).

Mendengar pernyataan Jokowi ini, penyidik senior KPK Novel Baswedan memberi sikap apresiasinya. Ia mengatakan, dengan adanya pernyataan Jokowi, Novel dan 74 pegawai lainnya bisa terbebas dari stigma itu.

“Proses TWK yang dibuat Pimpinan KPK “seolah 75 pegawai KPK tidak lulus itu” membuat stigma tidak berkebangsaan/tidak Pancasilais,” tulisnya Novel dalam akun Twitternya, @nazaqistsha, Senin (17/5/2021).

“Alhamdulillah dengan pidato pak Presiden Jokowi telah membebaskan kami dari tuduhan itu,”tulis Novel.

“Terima kasih pak @jokowi, apresiasi atas perhatian bapak,” lajut tulisan Novel. (Ip)

‘PostBanner’

Comment